Xiaomi 17 Air Bocor ke Publik, Desain Ultra-Tipis yang Gagal Meluncur
- xiaomi
Dalam bocoran sebelumnya, perangkat ini disebut memiliki desain layar dengan sudut membulat serta rangka metalik yang dibentuk menggunakan teknik cold-sculpting. Teknik tersebut diklaim mampu memberikan kesan halus dan nyaman saat digenggam, meskipun bodinya sangat tipis. Dari sisi desain, Xiaomi tampaknya benar-benar ingin menghadirkan pengalaman premium yang berbeda.
Tak hanya soal desain, sektor kamera juga menjadi sorotan besar. Xiaomi 17 Air dikabarkan akan membawa kamera utama beresolusi 200 megapiksel. Jika benar, hal ini akan menjadikannya salah satu ponsel paling tipis di dunia yang menggunakan sensor kamera beresolusi sangat tinggi. Namun, di balik keunggulan tersebut, tersimpan tantangan teknis yang tidak kecil.
Ponsel ultra-tipis dikenal memiliki sejumlah kompromi serius. Kapasitas baterai yang terbatas menjadi masalah utama, karena ruang internal yang sempit menyulitkan pemasangan baterai besar. Selain itu, manajemen panas juga menjadi tantangan, terutama untuk perangkat flagship dengan performa tinggi. Belum lagi potensi kompromi pada sistem kamera, meski resolusinya tinggi.
Di sisi lain, permintaan pasar terhadap ponsel ultra-tipis juga dinilai tidak terlalu kuat. Banyak konsumen saat ini lebih memilih ponsel dengan daya tahan baterai panjang dan performa stabil dibandingkan desain super tipis. Faktor inilah yang diduga kuat menjadi alasan utama pembatalan proyek Xiaomi 17 Air.
Pada akhirnya, Xiaomi 17 Air menjadi contoh menarik tentang bagaimana produsen besar bereksperimen dengan berbagai konsep, meski tidak semuanya berujung pada peluncuran resmi. Kehadirannya di ranah bocoran memberi gambaran bahwa desain ponsel ultra-tipis masih menjadi wacana menarik, meski belum tentu relevan secara komersial.