Grok AI Dibatasi X Premium, Kemkomdigi Blokir: Efektifkah?
- Istimewa
- X memberlakukan batasan pada fitur pembuatan gambar Grok AI, hanya mengizinkannya diakses oleh pelanggan berbayar X Premium (mulai USD 8 per bulan).
- Para peneliti keamanan digital menilai pembatasan berbasis pembayaran ini tidak efektif, sebab celah penggunaan gratis masih ditemukan dan produksi konten berbahaya tetap tinggi.
- Kemkomdigi mengambil langkah tegas memutus akses (blokir) terhadap Grok AI di Indonesia demi melindungi masyarakat dari ancaman konten pornografi palsu.
- Pemerintah global, termasuk AS, Inggris, dan India, mendesak X memperkuat keamanan, menilai kebijakan berbayar hanya mengubah masalah keselamatan menjadi sumber pendapatan premium.
Platform media sosial X (dahulu Twitter) baru-baru ini menerapkan pembatasan signifikan terhadap fitur visual pada chatbot kecerdasan buatan, Grok AI. X kini mewajibkan pengguna untuk berlangganan layanan X Premium jika mereka ingin membuat atau mengedit gambar menggunakan Grok. Langkah ini muncul merespons sorotan tajam global tentang potensi penyalahgunaan teknologi AI untuk menghasilkan konten seksual tanpa persetujuan.
Manajemen X menilai kebijakan ini sebagai upaya pengendalian risiko yang perlu dilakukan. Namun demikian, para peneliti keamanan dan pemerintah global justru melayangkan kritik keras. Mereka ragu pembatasan berbasis kartu kredit efektif menekan produksi konten berbahaya. Isu ini memaksa pemerintah Indonesia mengambil tindakan drastis, yaitu blokir sementara Grok AI, demi perlindungan pengguna.
Mempertanyakan Efektivitas Kebijakan X Premium Grok AI
Kebijakan X Premium yang diterapkan bagi pengguna Grok AI segera menjadi sasaran keraguan para ahli. Pengguna harus membayar mulai dari sekitar Rp 134 ribu per bulan untuk mengakses fitur visual Grok. X mengklaim hal ini memperketat penggunaan fitur teknologi AI.
Faktanya, sejumlah pengguna dan aktivis menemukan celah besar dalam sistem tersebut. Mereka melaporkan bahwa layanan pembuatan gambar Grok masih dapat diakses secara gratis melalui situs resmi dan aplikasi terpisah. Celah ini mementahkan klaim X tentang komitmen mereka membatasi penyalahgunaan.
Risiko Produksi Konten Berbahaya Tetap Tinggi
Peneliti keamanan digital menilai pembatasan berbasis pembayaran tidak akan menghentikan praktik ilegal. Genevieve Oh, seorang peneliti deepfake, mengungkapkan data yang mengkhawatirkan. Ia mencatat Grok terus memproduksi ribuan gambar berbahaya setiap jam.