Dracin Makin Nge-trend! Ternyata Dibuat Pakai "Tim AI" Canggih
- Sixth Tone
Gadget – Jika Anda pernah terjebak scrolling media sosial dan tiba-tiba berhenti di video berdurasi 30 detik tentang pangeran tampan yang disihir naga, atau wanita biasa yang jatuh cinta pada siluman rubah berekor sembilan selamat, Anda baru saja terpapar "dracin", istilah populer untuk drama China versi mikro.
Belakangan, serial vertikal berdurasi superpendek ini membanjiri TikTok, Instagram Reels, dan Douyin. Ceritanya dramatis, visualnya mencolok, dan hook-nya begitu kuat hingga membuat penonton terus menekan “next episode” tanpa sadar. Tapi tahukah Anda? Di balik layar, hampir semua elemen dracin itu dibuat bukan oleh manusia melainkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Industri microdrama China kini telah memasuki era di mana AI mengambil alih seluruh rantai produksi: mulai dari penulisan naskah, pembuatan gambar, animasi adegan, hingga komposisi musik latar. Dan salah satu pelopor paling vokal dalam tren ini adalah Chen Kun, kreator serial Strange Mirror of Mountains and Seas yang telah ditonton lebih dari 50 juta kali.
Artikel ini mengupas tuntas bagaimana "tim AI" bekerja, alat apa saja yang digunakan, mengapa format dracin cocok untuk eksperimen AI, serta dampaknya terhadap industri kreatif global.
Apa Itu Dracin? Fenomena Microdrama yang Mengguncang Media Sosial
Dracin (singkatan dari drama China) adalah istilah tidak resmi yang digunakan netizen Indonesia untuk menyebut serial pendek berbahasa Mandarin yang diproduksi khusus untuk platform seluler. Ciri khasnya:
- Durasi per episode: 20–60 detik
- Format: vertikal (9:16)
- Genre: fantasi, romansa, sejarah alternatif, atau opera sabun modern
- Konsumsi: saat commuting, istirahat kerja, atau sebelum tidur
Meski durasinya singkat, dracin sangat efektif memicu emosi cemburu, haru, kemarahan, atau rasa penasaran berkat struktur naratif ketat yang menempatkan cliffhanger di akhir setiap episode.
Menurut laporan industri, pasar microdrama China kini bernilai Rp132 triliun, dengan ratusan judul baru dirilis setiap minggu. Dan AI menjadi mesin pendorong utama di balik ledakan konten ini.
"Tim AI" Chen Kun: Empat Alat yang Menggantikan Studio Produksi
Chen Kun tidak sendirian ia punya "tim AI" yang terdiri dari empat model kecerdasan buatan, masing-masing bertugas spesifik: