Dracin Makin Nge-trend! Ternyata Dibuat Pakai "Tim AI" Canggih
- Sixth Tone
Meski efisien, penggunaan AI memicu kekhawatiran serius:
- Penulis skenario tradisional kehilangan pekerjaan
- Aktor pendukung tak lagi dibutuhkan
- Isu plagiarisme: apakah gambar Midjourney melanggar hak seniman asli?
- Konten homogen: semua dracin mulai terlihat sama tampan, dramatis, dan penuh efek kilauan
Namun, pelaku industri menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia melainkan alat bantu.
Lin Ju, manajer operasional Yuanying di Hengdian (pusat produksi film China), menjelaskan:
“AI mengubah cara kita bekerja, tapi inti kreativitas tetap manusia. Kami tetap syuting dengan aktor sungguhan untuk mempertahankan jiwa sinema.”
Chen Kun juga optimistis:
“Prompt engineer adalah profesi baru. Kami yang memberi arahan AI hanya eksekutor. Imajinasi tetap milik kami.”
Masa Depan Dracin: Antara Otomatisasi dan Jiwa Manusia
Microdrama berbasis AI mungkin terasa “murahan” bagi kritikus film, tapi bagi jutaan penonton global, mereka adalah hiburan instan yang memuaskan. Dan selama permintaan ada, produksi akan terus berjalan semakin cepat, semakin murah, semakin banyak.
Namun, tantangan terbesar ke depan bukan soal teknologi, melainkan keseimbangan:
- Bagaimana menjaga orisinalitas di tengah produksi massal?
- Bagaimana melindungi hak kreator manusia?
- Dan apakah penonton akan bosan jika semua cerita terasa “di-generate”?
Yang pasti, revolusi ini baru dimulai. Dan "tim AI" ala Chen Kun hanyalah awal dari masa depan di mana setiap orang bisa jadi sutradara cukup dengan mengetik prompt yang tepat.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |