Dracin Makin Nge-trend! Ternyata Dibuat Pakai "Tim AI" Canggih
- Sixth Tone
| Peran | Alat AI yang Digunakan | Fungsi |
| Penulis Naskah | ChatGPT | Menulis dialog, plot twist, dan struktur cerita |
| Desainer Visual | Midjourney | Menghasilkan gambar karakter, latar, dan monster |
| Animator Video | Kling AI | Mengubah gambar statis menjadi video bergerak |
| Komposer Musik | Suno AI | Menciptakan lagu tema dan musik latar orisinal |
Hasilnya? Serial seperti Strange Mirror of Mountains and Seas yang menampilkan protagonis tampan bak selebriti, lautan berkilau, dan naga mitologis dapat diproduksi tanpa kamera, aktor, atau lokasi syuting.
Peran manusia hanya tersisa di dua tahap:
- Penyuntingan akhir: memilih adegan terbaik, menyusun urutan, dan menambahkan efek transisi.
- Pengisian suara: merekam dialog menggunakan pengisi suara profesional.
“Untuk microdrama, kualitas visual yang ‘cukup baik’ sudah lebih dari cukup,” kata Chen. “Layar ponsel kecil menyembunyikan detail yang kaku. Penonton fokus pada emosi, bukan realisme.”
Mengapa Dracin Jadi Ladang Eksperimen Sempurna untuk AI?
Ada tiga alasan utama mengapa industri microdrama China begitu cepat mengadopsi AI:
1. Efisiensi Waktu Ekstrem
Dulu, membuat satu episode butuh hari. Kini, dalam hitungan menit, AI bisa menghasilkan puluhan adegan. Zhang Shiyu, teknisi pascaproduksi di Dongyang Gewuzhizhi Culture Media, mengatakan:
“Proses yang dulu butuh 3–5 hari, sekarang selesai dalam 20 menit.”
2. Biaya Produksi Rendah
Tanpa perlu bayar aktor, sewa lokasi, atau tim kamera, biaya produksi turun hingga 80%. Ini memungkinkan studio kecil bersaing dengan raksasa media.
3. Permintaan Pasar yang Tak Pernah Puas
Penonton dracin mengonsumsi konten secara masif kadang 10–20 episode sehari. AI memungkinkan produksi massal tanpa kelelahan kreatif.
Perusahaan Besar Ikut Berlomba Bangun AI Sendiri
Tak puas mengandalkan model umum seperti ChatGPT, beberapa perusahaan media China kini membangun AI proprietary (milik sendiri).
Contohnya, Huace Group dari Hangzhou telah melatih large language model (LLM) khusus untuk industri hiburan, menggunakan:
- 50.000 jam arsip film & TV
- Ratusan ribu naskah drama
- Data evaluasi penonton selama 30+ tahun
Model ini mampu:
- Menganalisis novel 1,2 juta kata dalam 1–2 jam (dulu butuh 2 minggu)
- Menilai potensi viral suatu cerita
- Menghasilkan draft naskah dengan akurasi 90%
“AI bukan cuma alat ia jadi co-creator strategis,” ujar perwakilan Huace.