Ancaman CCI: Apple Terancam Denda $38 Miliar di India
- GSMArena
- Komisi Persaingan India (CCI) memberikan peringatan terakhir kepada Apple karena terus menunda investigasi antimonopoli yang dimulai sejak tahun 2021.
- Apple menghadapi potensi denda kolosal sebesar $38 miliar yang dihitung berdasarkan total omzet global perusahaan.
- CCI mengancam akan melanjutkan proses penyelidikan secara sepihak jika Apple tidak memberikan tanggapan dan rincian keuangan yang diminta pada minggu depan.
- Perusahaan pimpinan Tim Cook ini menilai perintah CCI adalah upaya mendahului proses pengadilan yang sedang berlangsung.
Komisi Persaingan India (CCI) melontarkan peringatan keras dan final kepada Apple. Regulator antimonopoli tersebut menyatakan Apple sengaja menghambat penyelidikan yang telah berjalan sejak tahun 2021. Sumber Reuters melaporkan bahwa raksasa teknologi asal Cupertino itu berulang kali meminta perpanjangan waktu untuk menyerahkan dokumen krusial. Investigasi Apple Antitrust India ini berpusat pada masalah sistem pembayaran dalam aplikasi (in-app payment) yang dinilai tidak adil.
Situasi semakin mendesak. Apabila Apple tetap menolak bekerja sama, mereka berpotensi menghadapi denda fantastis. Regulator India memiliki kekuatan untuk menjatuhkan sanksi yang bisa mencapai $38 miliar.
Batasan Waktu dan Ancaman Denda Kolosal
Sejak awal, kasus Apple Antitrust India menjadi sorotan global. Investigasi ini bermula pada tahun 2021, fokusnya adalah dugaan penyalahgunaan posisi dominan Apple di pasar aplikasi. CCI meminta Apple mengajukan keberatan terhadap temuan penyelidikan serta menyediakan rincian keuangan yang diperlukan pada Oktober 2024.
Namun, Apple justru menunda respons tersebut berulang kali. Perpanjangan yang diberikan sejak Oktober 2024 ini menghambat penyelesaian kasus secara tepat waktu.
Pelanggaran Disiplin Prosedural
CCI menekankan pentingnya disiplin prosedural dalam proses hukum. Dalam perintah rahasia bertanggal 31 Desember 2025 yang diakses Reuters, CCI mengungkapkan frustrasinya.
"Komisi berpandangan bahwa perpanjangan berulang, meskipun telah ada arahan yang jelas, mengikis disiplin prosedural dan menghambat penyelesaian proses tepat waktu," demikian pernyataan dari CCI. Regulator tersebut menambahkan bahwa kelonggaran semacam itu tidak dapat diberikan tanpa batas waktu.
CCI mengancam akan melanjutkan kasus ini secara sepihak jika Apple gagal merespons pada minggu berikutnya. CCI merasa perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut telah meremehkan penyelidikan selama lebih dari setahun.
Kalkulasi Denda Global
Salah satu poin penting dalam konflik ini adalah besaran denda potensial. Apple menantang undang-undang denda antimonopoli baru di India. Undang-undang ini memungkinkan CCI menggunakan total omzet global Apple sebagai dasar perhitungan denda, bukan hanya omzet mereka di India.
Sanksi finansial yang berpotensi mencapai $38 miliar didasarkan pada perhitungan omzet global ini. Oleh karena itu, bagi CCI Apple, data keuangan yang diminta menjadi sangat vital untuk menentukan besaran hukuman. Apple secara aktif menentang penerapan hukum ini di pengadilan.
Analisis Strategi Apple ke Depan
Apple memiliki pandangan berbeda mengenai perintah keras dari CCI. Sumber yang mengetahui masalah ini melaporkan bahwa Apple melihat perintah CCI pada Desember 2025 sebagai langkah untuk mendahului proses peradilan yang sedang berjalan.
Perusahaan besar ini kemungkinan besar tidak akan menanggapi permintaan CCI sebelum hakim mendengarkan kasus tersebut. Sidang pengadilan berikutnya dijadwalkan pada 27 Januari mendatang. Keputusan CCI untuk memberikan peringatan keras hanya beberapa minggu sebelum sidang utama menunjukkan peningkatan tensi yang signifikan antara regulator India dan salah satu perusahaan paling bernilai di dunia tersebut.