OnePlus Mundur dari Foldable—Samsung dan Google Menang Tanpa Lawan?

OnePlus Mundur dari Foldable—Samsung dan Google Menang Tanpa Lawan?
Sumber :
  • OnePlus

Di tengah tren ini, OnePlus justru absen. Padahal, Open generasi pertama sudah membuktikan bahwa mereka punya keunggulan desain unik: layar luar yang benar-benar usable, bukan sekadar notifikasi strip. Tanpa Open 2, keunggulan itu mati sia-sia.

Fans Kecewa: OnePlus Batalkan Open 2 Meski Sudah Uji Internal!

3. Kesempatan Emas untuk Kembali “Spesial”

Ingat slogan lama OnePlus? “Never Settle.” Dulu, merek ini dikenal karena memberikan spesifikasi flagship dengan harga separuh kompetitor. Tapi seiring waktu, OnePlus naik kelas dan naik harga hingga akhirnya menjadi “hanya” Android flagship lain.

Realme Gabung Oppo: Nasib Pengguna dan Strategi Harga Terbaru

Di pasar yang jenuh, konsumen cenderung memilih merek mapan seperti Samsung atau Apple. OnePlus kehilangan diferensiasinya.

Lalu datanglah Open dan untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, OnePlus terasa berani, orisinal, dan relevan. Open 2 bisa menjadi fondasi untuk membangun kembali identitas merek sebagai inovator, bukan pengekor.

Bocoran Xiaomi 17 Air: 200MP + Tebal 5,5mm, Sayangnya Tak Jadi Rilis

Dengan membatalkannya, OnePlus mengubur peluang itu sendiri.

4. Potensi Peningkatan yang Tak Pernah Terwujud

Bocoran sebelum pembatalan menunjukkan bahwa Open 2 akan jauh lebih ambisius:

  • Desain lebih tipis dan ringan
  • Kamera dengan tuning Hasselblad yang diperbarui
  • Chipset Snapdragon 8 Gen 3 atau Gen 4
  • Dukungan pengisian nirkabel
  • Sertifikasi ketahanan air IPX8
  • Layar dalam dan luar yang lebih besar dan lebih terang

Ini bukan sekadar refresh tapi evolusi kompetitif. Bahkan jika hanya separuh fitur ini terwujud, Open 2 tetap bisa menjadi salah satu foldable paling menarik tahun 2026.

Kini, semua riset, pengembangan, dan antisipasi pengguna berakhir tanpa hasil.

5. Pengguna Setia Dikhianati, Ekosistem Ikut Terancam

Pembelian foldable bukan keputusan ringan. Harganya mahal, risikonya tinggi. Orang yang membeli OnePlus Open melakukannya dengan asumsi:

“Ini awal dari lini produk jangka panjang. Saya akan dapat update software, aksesori baru, dan upgrade path.”

Dengan membatalkan Open 2, OnePlus mengkhianati kepercayaan itu. Pengguna kini terpaksa beralih ke Samsung atau Google dan kemungkinan besar, mereka juga akan migrasi ke ekosistem kompetitor: jam tangan, earbud, tablet, dan layanan cloud.

Artinya, kerugian OnePlus bukan hanya di segmen foldable tapi di seluruh rantai nilai ekosistemnya.

6. Samsung dan Google Menang Tanpa Perlawanan

Tanpa Open 2, pasar foldable global terutama di Eropa dan Asia kembali menjadi duopoli.

Halaman Selanjutnya
img_title