OnePlus Mundur dari Foldable—Samsung dan Google Menang Tanpa Lawan?
- OnePlus
Gadget – Pada 2023, OnePlus mengejutkan dunia dengan OnePlus Open foldable pertamanya yang langsung dipuji sebagai salah satu peluncuran paling matang di generasi awal perangkat lipat. Desainnya ramping, layarnya lebar dan nyaman, performanya solid, dan antarmukanya terasa lebih halus dibanding banyak kompetitor. Untuk sesaat, OnePlus tampak siap menjadi penantang serius ketiga setelah Samsung dan Google di pasar foldable yang ketat.
Namun kini, di tahun 2026, harapan itu pupus. OnePlus resmi membatalkan Open 2, bukan hanya menunda tapi menghentikan proyek tersebut sepenuhnya. Keputusan ini bukan sekadar soal satu ponsel yang tak jadi rilis. Ini adalah kehilangan strategis yang berdampak jauh melampaui spesifikasi teknis atau laporan laba rugi.
Artikel ini mengupas delapan alasan krusial mengapa pembatalan OnePlus Open 2 bukan hanya mengecewakan penggemar tapi juga mengancam masa depan merek OnePlus itu sendiri.
1. OnePlus Open Seharusnya Jadi Awal, Bukan Akhir
Peluncuran OnePlus Open pada 2023 bukan sekadar ekspansi produk itu adalah pernyataan identitas baru. Setelah bertahun-tahun terjebak dalam siklus “flagship biasa dengan harga sedikit lebih murah”, OnePlus akhirnya berani tampil beda.
Respons pasar positif. Ulasan teknis memuji keseimbangan antara bentuk, fungsi, dan harga. Pengguna menyambut hangat desain layar luarnya yang lebih proporsional berbeda dari rasio tinggi Galaxy Z Fold yang sering disebut “terlalu panjang”.
Dalam logika industri, langkah berikutnya jelas: lanjutkan siklus inovasi. Rilis Open 2 pada 2025 atau 2026 dengan peningkatan kamera, ketahanan, dan efisiensi. Tapi OnePlus justru mundur. Dan dengan itu, ia mengirim sinyal bahwa komitmen terhadap foldable hanyalah percobaan sesaat, bukan visi jangka panjang.
2. Pasar Foldable Tak Menunggu OnePlus Ketinggalan Kereta
Saat OnePlus ragu, kompetitor berlari kencang.
- Samsung terus menyempurnakan Galaxy Z Fold dengan engsel lebih tipis, layar lebih tahan lama, dan integrasi ekosistem Galaxy yang mendalam.
- Google menjadikan Pixel Fold bagian resmi dari seri utamanya bukan lagi eksperimen pinggiran.
- Honor, Xiaomi, dan vivo juga mulai menawarkan alternatif yang semakin matang.
Yang lebih penting: persepsi publik berubah. Foldable kini bukan lagi “mainan mahal”, tapi pilihan produktivitas bagi profesional, kreator, dan traveler.