Moratelindo Ungkap Strategi Kapasitas Pusat Data di Tengah Target Nasional
- Istimewa
Di sisi lain, target pemerintah terkait kapasitas pusat data nasional menunjukkan ambisi besar. Kementerian Komdigi menargetkan kapasitas nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026. Angka ini melonjak 91% dari target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita.
Target Komdigi ini tercantum eksplisit dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Pemerintah merencanakan peningkatan kapasitas secara bertahap dan signifikan.
Peningkatan Kapasitas Pusat Data Per Kapita
Setelah mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, Komdigi berencana meningkatkan kapasitas tersebut. Kapasitas pusat data nasional diproyeksikan naik menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027. Selanjutnya, pada 2028 kapasitas ditargetkan mencapai 5,53 watt per kapita.
Komdigi mematok kapasitas puncak pada 2029 sebesar 6,87 watt per kapita. Dengan demikian, target ini mencerminkan peningkatan hampir lima kali lipat dalam kurun waktu lima tahun dibandingkan posisi awal 2025. Peningkatan drastis ini menjadi indikator penting komitmen pemerintah terhadap transformasi digital.
Menjaga Keseimbangan Infrastruktur di Era Digital
Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memberikan pandangan kritis mengenai kondisi aktual kapasitas pusat data. Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, mengungkapkan bahwa kapasitas pusat data terinstal di Indonesia saat ini masih berada di bawah 1 watt per kapita.
Hendra menyebut kapasitas nasional tertinggal jauh dari kebutuhan riil ekonomi digital yang terus membesar. Dia menekankan pentingnya percepatan dan dukungan insentif dari regulator. Regulasi harus dilakukan secara sistematis.
Kapasitas pusat data saat ini masih didominasi oleh private data center. Mayoritas terpusat di wilayah Jabodetabek dan Batam. IDPRO menilai target Komdigi sebagai langkah yang sangat ambisius. Target tersebut sejalan dengan lonjakan adopsi teknologi mutakhir. Teknologi ini termasuk Artificial Intelligence (AI), cloud computing, IoT, dan big data. Dengan demikian, optimalisasi Kapasitas Pusat Data Moratelindo dan target nasional memerlukan sinergi kuat untuk menutup gap infrastruktur ini.