Moratelindo Ungkap Strategi Kapasitas Pusat Data di Tengah Target Nasional
- Istimewa
- PT Moratelindo (MORA) tidak berencana menambah kapasitas pusat data pada tahun ini.
- Strategi pengelolaan Kapasitas Pusat Data Moratelindo berpusat pada optimalisasi enam lokasi yang sudah ada.
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius, yaitu menaikkan kapasitas pusat data nasional lima kali lipat hingga tahun 2029.
- IDPRO menyoroti kebutuhan percepatan dan dukungan insentif karena kapasitas saat ini masih jauh tertinggal dari kebutuhan ekonomi digital.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo memilih menahan rencana penambahan kapasitas pusat data (data center) sepanjang tahun ini. Keputusan ini diambil meski permintaan infrastruktur digital terus meningkat. Perusahaan menegaskan bahwa mereka akan menyesuaikan kapasitas yang ada sesuai dengan kebutuhan layanan pelanggan yang dinamis. Optimalisasi Kapasitas Pusat Data Moratelindo menjadi fokus utama untuk saat ini.
Deputy Chief Digital Transformation Officer PT Moratelindo, Hasanuddin Farid, menjelaskan bahwa pengelolaan kapasitas berlangsung secara terintegrasi dan berkelanjutan. Strategi ini sangat bergantung pada proyeksi trafik pelanggan dan tingkat utilisasi layanan. Farid menyampaikan hal tersebut kepada Bisnis pada Senin (19/1/2026).
Analisis Strategi Moratelindo: Optimalisasi Jaringan Backbone
Moratelindo saat ini mengoperasikan enam pusat data yang tersebar di wilayah strategis Indonesia. Lokasi tersebut meliputi Jakarta, Batam, Medan, Palembang, Surabaya, dan Denpasar. Perusahaan terus memantau utilisasi di keenam lokasi tersebut.
Farid menegaskan bahwa pengelolaan pusat data bertujuan memperkuat ekosistem jaringan backbone dan akses perusahaan. Data center merupakan rantai layanan vital. Rantai layanan ini secara langsung memperkuat konektivitas infrastruktur digital nasional.
Peran Sentral Pusat Data dalam Ekosistem Layanan
Fungsi utama data center Moratelindo yaitu menyediakan layanan end-to-end bagi seluruh spektrum pelanggan. Layanan ini mencakup segmen korporasi hingga ritel. Dengan fokus pada optimalisasi, perusahaan memastikan layanan berjalan maksimal tanpa harus segera melakukan investasi besar-besaran untuk perluasan fisik.
Strategi ini menunjukkan bahwa Moratelindo memprioritaskan kualitas dan efisiensi supply chain digital mereka. Mereka yakin dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan konfigurasi yang sudah tersedia.
Mengurai Ambisi Pemerintah: Target Kapasitas Pusat Data Nasional 2029
Di sisi lain, target pemerintah terkait kapasitas pusat data nasional menunjukkan ambisi besar. Kementerian Komdigi menargetkan kapasitas nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada 2026. Angka ini melonjak 91% dari target 2025 yang berada di kisaran 1,47 watt per kapita.
Target Komdigi ini tercantum eksplisit dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Pemerintah merencanakan peningkatan kapasitas secara bertahap dan signifikan.
Peningkatan Kapasitas Pusat Data Per Kapita
Setelah mencapai 2,81 watt per kapita pada 2026, Komdigi berencana meningkatkan kapasitas tersebut. Kapasitas pusat data nasional diproyeksikan naik menjadi sekitar 4,18 watt per kapita pada 2027. Selanjutnya, pada 2028 kapasitas ditargetkan mencapai 5,53 watt per kapita.
Komdigi mematok kapasitas puncak pada 2029 sebesar 6,87 watt per kapita. Dengan demikian, target ini mencerminkan peningkatan hampir lima kali lipat dalam kurun waktu lima tahun dibandingkan posisi awal 2025. Peningkatan drastis ini menjadi indikator penting komitmen pemerintah terhadap transformasi digital.
Menjaga Keseimbangan Infrastruktur di Era Digital
Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) memberikan pandangan kritis mengenai kondisi aktual kapasitas pusat data. Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, mengungkapkan bahwa kapasitas pusat data terinstal di Indonesia saat ini masih berada di bawah 1 watt per kapita.
Hendra menyebut kapasitas nasional tertinggal jauh dari kebutuhan riil ekonomi digital yang terus membesar. Dia menekankan pentingnya percepatan dan dukungan insentif dari regulator. Regulasi harus dilakukan secara sistematis.
Kapasitas pusat data saat ini masih didominasi oleh private data center. Mayoritas terpusat di wilayah Jabodetabek dan Batam. IDPRO menilai target Komdigi sebagai langkah yang sangat ambisius. Target tersebut sejalan dengan lonjakan adopsi teknologi mutakhir. Teknologi ini termasuk Artificial Intelligence (AI), cloud computing, IoT, dan big data. Dengan demikian, optimalisasi Kapasitas Pusat Data Moratelindo dan target nasional memerlukan sinergi kuat untuk menutup gap infrastruktur ini.