Heboh Sinkhole Sumbar, BRIN Ungkap Bahaya Geologi Karst

Heboh Sinkhole Sumbar, BRIN Ungkap Bahaya Geologi Karst
Sumber :
  • Istimewa

Waspada! BRIN Ungkap Wilayah Rawan Sinkhole Indonesia
  • Sinkhole adalah lubang runtuhan yang terjadi karena larutnya lapisan batu kapur di bawah permukaan tanah.
  • Pembentukan sinkhole merupakan proses geologi yang membutuhkan waktu lama, dipicu oleh air hujan bersifat asam.
  • Wilayah Karst di Indonesia, seperti Gunung Kidul dan Maros, memiliki kerentanan tinggi terhadap kejadian sinkhole.
  • Masyarakat tidak boleh langsung mengonsumsi air dari sinkhole; uji laboratorium wajib dilakukan untuk memastikan keamanannya.

Umrah Saat Rakyat Kena Banjir! Prabowo: "Itu Desersi, Copot Sekarang!"

Fenomena geologi berupa lubang besar berisi air berwarna biru jernih—dikenal sebagai sinkhole—di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menarik perhatian publik. Banyak warga berdatangan untuk berfoto, bahkan beredar klaim air tersebut memiliki "khasiat" tertentu.

Merespons kehebohan ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendesak masyarakat agar lebih waspada. BRIN menegaskan bahwa sinkhole merupakan potensi bahaya, terutama jika muncul di kawasan permukiman. Struktur geologi yang didominasi batu kapur (gamping) memiliki kerentanan tinggi terhadap pembentukan lubang runtuhan ini.

Saat Gunung Meletus dan Mereka Sedang di Ranu Kumbolo: Kisah Nyata 187 Pendaki Semeru

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengingatkan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa hilangnya aliran air permukaan secara tiba-tiba menjadi indikasi penting. Hal ini menandakan adanya rongga di lapisan batu gamping di bawah permukaan, yang sewaktu-waktu dapat menyebabkan terjadinya sinkhole.

Memahami Definisi dan Proses Terbentuknya Sinkhole

Apa sebenarnya sinkhole itu? Sinkhole merujuk pada lubang atau depresi yang terbentuk di permukaan tanah. Lubang ini muncul karena runtuhnya lapisan batuan di bawahnya. BRIN menjelaskan bahwa batuan yang paling sering terlibat dalam fenomena ini adalah batu kapur atau gamping.

Fenomena ini tidak terjadi dalam hitungan hari. Proses alamiah di bawah permukaan tanah berlangsung sangat lama sebelum lubang runtuhan terlihat di atas.

Mekanisme Pembentukan Rongga Geologi

Pembentukan sinkhole melibatkan reaksi kimia dan proses hidrologi yang kompleks. Berikut adalah langkah-langkah utama terjadinya runtuhan:

1. Pelarutan Batuan: Air hujan menyerap gas karbon dioksida di udara, membuatnya bersifat asam lemah.

2. Pembentukan Celah: Air asam ini meresap ke dalam tanah dan mulai melarutkan batu kapur atau gamping yang ada di bawah permukaan. Proses ini secara bertahap membentuk celah dan rongga.

3. Erosi Berlanjut: Seiring berjalannya waktu, aliran air tanah terus memperbesar rongga yang sudah terbentuk. Rongga ini melemahkan lapisan tanah di atasnya.

4. Runtuh Tiba-tiba: Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup di atas rongga semakin menipis dan kehilangan kemampuan menahan beban. Akhirnya, lapisan tersebut runtuh secara tiba-tiba, membentuk lubang sinkhole di permukaan.

Ancaman Tersembunyi di Lapisan Karst

Kejadian sinkhole sangat erat kaitannya dengan tipe geologi tertentu. Fenomena ini dominan terjadi di wilayah yang tersusun atas lapisan batu kapur atau gamping di bawah permukaan.

Indonesia memiliki banyak kawasan geologi seperti ini, dikenal sebagai kawasan karst. Beberapa contoh wilayah yang kerap mengalami kejadian ini termasuk Gunung Kidul di Yogyakarta, Pacitan di Jawa Timur, serta Maros di Sulawesi Selatan.

Meskipun sinkhole terbentuk perlahan di bawah tanah, deteksi dini merupakan kunci mitigasi. Survei geofisika menjadi alat utama untuk mengenali kerentanan ini.

Metode survei seperti georadar, geolistrik, atau metode gaya berat, mampu memetakan lokasi, kedalaman, dan ukuran rongga di lapisan batu gamping sebelum runtuhan terjadi. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu memanfaatkan teknologi ini untuk memitigasi risiko.

Analisis Kritis Kawasan Rawan Sinkhole dan Dampak Ke Depan

Meskipun lubang sinkhole di Situjuah Batua tampak menakjubkan dengan air jernih, BRIN menekankan bahwa publik wajib berhati-hati. Kualitas air di dalam sinkhole berasal dari air hujan dan air tanah. Tampilan jernih tidak otomatis menjamin keamanannya untuk dikonsumsi.

Uji kualitas air adalah langkah krusial. Uji ini mencakup pemeriksaan mikrobiologi dan kimia, seperti analisis pH, warna, bau, rasa, serta keberadaan bakteri berbahaya (misalnya E. coli) dan kandungan logam berat.

Air baru dinyatakan layak digunakan apabila hasil pengujian telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan air dari fenomena geologi ini untuk kebutuhan sehari-hari sebelum adanya sertifikasi keamanan dari otoritas kesehatan. Memahami bahaya geologi sinkhole ini adalah langkah awal perlindungan diri.