8 Investor Raksasa Global Incar Pasar Pusat Data Indonesia

8 Investor Raksasa Global Incar Pasar Pusat Data Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

IDPRO memainkan peran penting sebagai penghubung strategis. Mereka menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan investor. Organisasi ini menjalankan empat pilar utama untuk memastikan iklim investasi pusat data berkelanjutan.

Komdigi & Telkomsel Bagikan 500 HP, Ini Kriteria Penerimanya di Aceh Tamiang hingga Bener Meriah

Peran Advokasi dan Standardisasi Internasional

Pertama, IDPRO aktif melakukan advokasi regulasi. Mereka bekerja sama erat dengan instansi pemerintah untuk mendorong kebijakan yang mendukung investasi. Ini termasuk kemudahan perizinan, ketersediaan lahan industri, serta insentif fiskal yang menarik bagi perusahaan asing.

No KK Tak Cukup Lagi! 2026, Daftar SIM Card Harus Scan Wajah, Cek Jadwalnya!

Kedua, promosi kolaboratif. IDPRO secara rutin memfasilitasi forum investasi bersama BKPM dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Tujuannya jelas, yaitu memperkenalkan potensi pasar Indonesia secara menyeluruh kepada calon investor.

Ketiga, IDPRO fokus pada penguatan SDM lokal. Mereka juga mengembangkan ekosistem pendukung, termasuk penyediaan energi hijau dan konektivitas jaringan yang stabil.

Pemerintah Keliru? Blokir Cloudflare Justru Ancam Ribuan Situs Sah di Indonesia

Keempat, IDPRO mendorong standardisasi. Hendra Suryakusuma menekankan pentingnya adopsi standar internasional seperti ISO dan Uptime Tier Certification. Langkah ini memastikan daya saing pemain lokal di tengah derasnya arus pasar global.

Ambisi Kapasitas Pusat Data Indonesia dalam Rencana Strategis Komdigi

Pemerintah melalui Komdigi telah menetapkan target agresif untuk pengembangan infrastruktur digital. Rencana Strategis (Renstra) Komdigi 2025–2029 menargetkan peningkatan kapasitas per kapita yang masif.

Komdigi menargetkan kapasitas pusat data nasional mencapai sekitar 2,81 watt per kapita pada tahun 2026. Angka ini melonjak 91% dari target 2025, yakni 1,47 watt per kapita.

Selanjutnya, kapasitas pusat data per kapita direncanakan meningkat menjadi 4,18 watt pada 2027. Pada 2029, Komdigi mematok kapasitas tertinggi sebesar 6,87 watt per kapita. Ini menunjukkan peningkatan hampir lima kali lipat dalam kurun waktu lima tahun, memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan digital regional.