Terobosan! BioticsAI Kantongi Izin FDA untuk Deteksi Dini Janin AI
- Istimewa
Di Amerika Serikat, Bustami memperkirakan sekitar sepertiga pemeriksaan USG gagal memenuhi standar kualitas dan kelengkapan. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan dan stres yang tidak perlu bagi orang tua. Bahkan dalam kasus terburuk, hal ini dapat menyebabkan trauma.
BioticsAI menawarkan jaring pengaman berbasis AI. Perusahaan berupaya mengurangi ketergantungan pada faktor operator. "Kami adalah kopilot," ujar Bustami, menggarisbawahi peran AI sebagai mitra pendukung, bukan pengganti.
Proses validasi dan uji coba produk untuk mendapatkan izin FDA memakan waktu hampir tiga tahun. Ini menunjukkan validasi yang ketat terhadap teknologi Deteksi Dini Kelainan Janin AI yang mereka kembangkan.
Analisis Dampak Inovasi Kesehatan Reproduksi
Setelah mengantongi lampu hijau dari FDA, BioticsAI kini fokus pada ekspansi. Perusahaan berencana memperluas penerapan teknologinya ke lebih banyak rumah sakit dan sistem layanan kesehatan di seluruh Amerika Serikat.
Saat ini, platform BioticsAI memfokuskan skrining pada anomali janin di trimester kedua kehamilan. Namun, target jangka panjang mereka sangat ambisius. Teknologi ini berpotensi besar untuk diperluas ke bidang medis lain, termasuk ginekologi, urologi, dan neonatologi.
BioticsAI menargetkan diri menjadi platform diagnostik AI terdepan untuk kesehatan reproduksi dan berbagai bidang medis terkait. Perusahaan juga menyiapkan pengembangan fitur baru yang spesifik berkaitan dengan pengobatan janin dan kesehatan reproduksi. Inovasi Deteksi Dini Kelainan Janin AI ini siap mengubah cara dokter mengelola kehamilan berisiko tinggi di masa depan.