Keamanan Siber Indonesia Merosot: IDPRO Dorong Investasi Data Center
- Istimewa
- Peringkat National Cybersecurity Index (NCSI) Indonesia turun drastis ke posisi 84 dengan skor 47,50 poin.
- Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) meminta insiden ini dijadikan momentum pembenahan sistem keamanan siber nasional.
- Meskipun terdapat insiden besar (PDNS), IDPRO yakin lokasi strategis dan populasi digital Indonesia tetap menarik bagi Investasi Data Center global.
- Pakar siber menyarankan pemerintah membandingkan hasil NCSI dengan indeks yang lebih independen, seperti Global Cybersecurity Index (GCI).
Peringkat Keamanan Siber Indonesia mencatat penurunan signifikan dalam laporan terbaru National Cybersecurity Index (NCSI). NCSI menempatkan Indonesia pada posisi 84 global dengan perolehan skor hanya 47,50 poin. Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri pusat data.
Ketua IDPRO, Hendra Suryakusuma, menyampaikan bahwa penurunan skor NCSI menuntut pemangku kepentingan segera memperkuat ekosistem ketahanan siber nasional. IDPRO menekankan bahwa penurunan ini harus menjadi dorongan momentum percepatan pembenahan, bukan menjadi penghalang bagi pertumbuhan Investasi Data Center domestik. Pernyataan ini ia sampaikan, Rabu (21/1/2026).
Menanggapi Serangan: Kompleksitas Ketahanan Siber Nasional
IDPRO menyadari insiden besar, seperti serangan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), memang memberi dampak negatif yang signifikan. Namun, Hendra Suryakusuma menekankan bahwa ketahanan siber suatu negara tidak dapat hanya ditentukan oleh satu insiden tunggal.
Hendra menjelaskan bahwa skor tersebut merupakan gambaran kompleks. Aspek yang diukur meliputi kesiapan kebijakan, respons insiden, perlindungan infrastruktur kritis, kolaborasi internasional, hingga kemampuan membangun ekosistem keamanan siber yang kuat. Apalagi, ancaman siber kini diperkuat oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).
Strategi Menjaga Kepercayaan Investor Data Center
IDPRO mengakui bahwa skor keamanan siber yang anjlok potensial memengaruhi minat Investasi Data Center global di Indonesia. Para investor sangat memperhatikan aspek keamanan, terutama pada infrastruktur kritikal seperti pusat data.
Namun, yang lebih penting dari sekadar adanya insiden adalah bagaimana pemerintah dan industri mampu merespons, belajar, serta melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan. IDPRO sendiri terus mendorong penerapan standar terbaik dan sertifikasi internasional dalam industri pusat data.