Triasmitra (KETR) Gelar 8.732 KM SKKL Indonesia Tengah, Dana Obligasi Jadi Kunci
- Istimewa
- Triasmitra (KETR) mengumumkan penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) sepanjang 8.732 kilometer di 18 wilayah Indonesia Tengah.
- Proyek raksasa ini memiliki total kapasitas 24 Terabit per detik (Tbps) dan dijadwalkan Ready for Service (RFS) pada tahun 2027.
- KETR tengah memproses penerbitan obligasi untuk membiayai segmen awal proyek, yang diperkirakan menelan investasi total US$350 juta.
JAKARTA — PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR), pemain utama di sektor infrastruktur telekomunikasi, secara resmi memperluas jangkauan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) mereka. Perusahaan ini menargetkan penggelaran infrastruktur kabel laut yang masif di wilayah Indonesia bagian tengah. Triasmitra tidak berhenti pada penyelesaian proyek SKKL Rising 8 Jakarta-Singapura.
Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi Patria, mengungkapkan perusahaan telah mengantongi perizinan regulator sejak tahun lalu. Setelah proyek Rising 8 rampung pada April 2024, KETR segera tancap gas melanjutkan pembangunan proyek SKKL Indonesia Tengah. Ekspansi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas digital nasional.
Target Rute SKKL Indonesia Tengah: 8.732 KM Vital
Proyek ambisius SKKL Indonesia Tengah ini akan mencakup total panjang kabel sekitar 8.732 kilometer. Triasmitra berencana membangun 16 fiber pair dengan kemampuan teknologi kabel repeater berkapasitas 24 terabit per detik (Tbps). Triasmitra menargetkan seluruh jaringan siap beroperasi atau ready for service (RFS) pada tahun 2027.
Titus menjelaskan proyek sepanjang 8.732 kilometer tersebut terbagi menjadi lima segmen pembangunan. Segmen pertama mulai diproses pada tahun 2026. Selanjutnya, segmen 2 hingga 5 akan menyusul pelaksanaannya mulai 2027 hingga pertengahan 2028.
Menghubungkan 18 Titik Krusial
Kabel fiber optik sepanjang 8.732 kilometer ini akan menghubungkan 18 titik penting di Indonesia bagian tengah. Jaringan ini meliputi wilayah Tanjung Pakis, Tanjung Pandan, dan Ketapang. Selanjutnya, jalur vital juga menyentuh Pangkalan Bun, Takisung, Banyuurip, Makassar, dan Mataram.
Triasmitra juga memastikan koneksi ke wilayah Labuan Bajo, Kendari, Morowali, Luwuk, Kema, Manado, Toli Toli, Tarakan, dan Balikpapan. Rute ini sangat krusial untuk pemerataan akses internet berkecepatan tinggi.
Strategi Pendanaan dan Efisiensi Biaya Proyek
Investasi yang dibutuhkan untuk membangun jaringan SKKL Indonesia Tengah ini memerlukan pendanaan signifikan. Direktur Keuangan Triasmitra, Vidcy Octory, mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang memproses penerbitan obligasi. Perseroan menargetkan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat April 2024.