Triasmitra (KETR) Gelar 8.732 KM SKKL Indonesia Tengah, Dana Obligasi Jadi Kunci
- Istimewa
Pendanaan dari obligasi ini akan dialokasikan untuk membiayai segmen 1 proyek. Sementara itu, Triasmitra akan membiayai segmen-segmen berikutnya dari hasil pengelolaan dana obligasi tersebut. Selain itu, perusahaan tengah berdiskusi intensif dengan sejumlah mitra strategis terkait jaringan baru ini.
Efisiensi Operasional Kapal CLV Bentang Bahari
Triasmitra kini menikmati peningkatan efisiensi operasional berkat penggunaan kapal Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari. Kapal milik perseroan ini telah resmi beroperasi penuh. KETR mencatat efisiensi pengeluaran mencapai 20% hingga 30%. Angka ini merupakan penghematan besar dibandingkan biaya sewa kapal komersial. Kapal ini juga memberikan efisiensi signifikan dari sisi manajemen proyek secara keseluruhan.
Proyeksi Kinerja KETR dan Analisis Investasi
Vidcy Octory menambahkan, Triasmitra menunjukkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sekitar Rp700 miliar. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan pendapatan sekitar 40% dari tahun sebelumnya, yakni Rp517 miliar.
Untuk tahun 2026, Triasmitra optimistis kinerjanya akan semakin membaik. Hal ini sejalan dengan mulai beroperasinya proyek SKKL Rising 8 yang akan memberikan kontribusi pendapatan signifikan.
Realokasi Belanja Modal
Pada sisi belanja modal (Capital Expenditure atau CapEx), realisasi KETR pada 2025 tercatat sekitar US$10 juta (setara Rp170 miliar). Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi karena sebagian besar belanja modal untuk tahap akhir, khususnya pengadaan Kapal Bentang Bahari, sudah selesai.
Untuk 2026, perseroan berencana mengalokasikan CapEx pada aset operasional, bukan lagi investasi jaringan kabel laut. Nilai CapEx sementara ini diperkirakan berkisar US$3 juta hingga US$4 juta. Penting untuk dicatat, investasi jaringan kabel laut seperti proyek SKKL Indonesia Tengah diperlakukan terpisah. Total nilai proyek ini mencapai US$350 juta (setara Rp5,95 triliun). KETR akan merealisasikan investasi besar ini secara bertahap, mulai dari 2026 hingga 2028.