Krisis Chipset Global Picu Kenaikan Harga Smartphone 15%
- Istimewa
Kenaikan harga ritel ini tentu memberikan pukulan berat bagi daya beli masyarakat. Banyak konsumen akan merespons perubahan harga tersebut dengan melakukan penyesuaian perilaku pembelian.
Analisis Segmen Pasar yang Paling Tertekan
Kenaikan harga diprediksi menekan volume penjualan, terutama pada segmen menengah ke bawah. Segmen pasar ini sangat sensitif terhadap perubahan harga. Konsumen cenderung menunda pembelian atau memperpanjang siklus penggantian ponsel mereka.
Namun demikian, dampaknya tidak merata. Segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan. Konsumen di segmen ini lebih mengutamakan spesifikasi dan kekuatan merek ketimbang harga semata. Walaupun demikian, kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat masih menjadi penopang permintaan dasar pasar secara keseluruhan.
Counterpoint Research memprediksi pengiriman smartphone global akan turun 2,1% pada 2026. Penurunan ini dipicu oleh kenaikan biaya komponen yang melemahkan daya beli konsumen.
Strategi Mitigasi Produsen dan Peran Pemerintah
Dalam menghadapi tekanan biaya, produsen perlu menerapkan langkah strategis. Tujuannya adalah menjaga minat beli konsumen dan efisiensi operasional.
Heru Sutadi menyarankan beberapa opsi. Produsen dapat melakukan diversifikasi pemasok chipset untuk mengurangi risiko ketergantungan. Mereka juga perlu mengoptimalkan desain produk agar lebih efisien dari sisi biaya. Perluasan lini produk dengan spesifikasi seimbang dan harga terjangkau juga menjadi kunci. Selain itu, program cicilan, bundling dengan operator, dan promosi agresif juga berperan penting.
Di sisi lain, pemerintah memegang peranan krusial. Pemerintah dapat memberikan insentif fiskal bagi industri perakitan lokal. Percepatan pengembangan industri semikonduktor dalam negeri juga menjadi investasi jangka panjang. Stabilisasi nilai tukar dan biaya logistik harus menjadi prioritas. Kolaborasi antara pemerintah dan industri merupakan kunci untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong kemandirian rantai pasok nasional.
Proyeksi Pasar Global di Tengah Tekanan Biaya
Kenaikan biaya material (Bill of Materials/BoM) menekan seluruh industri smartphone. Direktur Riset Counterpoint, MS Hwang, menjelaskan segmen pasar kelas bawah (di bawah US$200) menjadi yang paling terdampak.
Secara keseluruhan, pasar kemungkinan mengalami perlambatan pertumbuhan. Heru Sutadi menekankan bahwa perlambatan tersebut tidak akan menjadi penurunan tajam. Ini terjadi selama kenaikan harga masih dalam batas wajar dan tidak berlangsung berkepanjangan.