Perilaku Konsumen Smartphone: Kritis Pilih Ponsel Tahan Lama

Perilaku Konsumen Smartphone: Kritis Pilih Ponsel Tahan Lama
Sumber :
  • Istimewa

Evolusi Galaxy AI: Cara Samsung Mengubah Smartphone Jadi Asisten Pintar Harian
  • Konsumen Indonesia kini memilih investasi jangka panjang, memperpanjang siklus penggantian smartphone dari 1-2 tahun menjadi lebih dari 3 tahun.
  • Faktor utama keputusan beli adalah ‘value for money’, dengan fokus besar pada daya tahan baterai, kualitas kamera, dan stabilitas performa.
  • Kapasitas baterai 5.000 mAh telah menjadi standar baru, didorong oleh peningkatan penggunaan fitur berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
  • Segmen mid-range (Rp2,5 juta hingga Rp7 juta) diprediksi menjadi motor utama penjualan karena menawarkan spesifikasi mendekati level flagship.

Apple Siap Pecahkan Rekor: iPhone 18 Pro Jadi Ponsel Pertama dengan 5G Satelit

Kenaikan harga gawai akibat kelangkaan chipset dan semikonduktor memicu perubahan signifikan pada Perilaku Konsumen Smartphone di Indonesia. Konsumen kini semakin kritis dan rasional. Mereka tidak lagi impulsif mengganti ponsel setiap tahun.

Analis Pasar Gawai Reasense, Aryo Meidianto Aji, menjelaskan bahwa tren bergeser menuju investasi jangka panjang. Konsumen mencari perangkat yang menawarkan nilai maksimal dengan daya tahan hingga 3-4 tahun. Ini menunjukkan kematangan pasar.

Revolusi Baterai! Huawei Watch GT 6 Pro Kalahkan Pesaing

Siklus Penggantian Ponsel Bergeser: Prioritaskan Daya Tahan

Pecinta gawai sangat mempertimbangkan nilai dari produk yang akan dimiliki. Siklus penggantian perangkat pun bergeser drastis.

Sebelumnya, konsumen rata-rata mengganti ponsel dalam rentang satu hingga dua tahun. Periode tersebut kini memanjang menjadi lebih dari tiga tahun. Perpanjangan usia pakai ini terjadi karena beberapa faktor.

Komitmen Produsen dan Kematangan Teknologi

Produsen kini berkomitmen menyediakan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga empat sampai lima tahun. Hal ini membuat perangkat tetap relevan. Selain itu, peningkatan performa antar-generasi tidak lagi terasa drastis.

Aryo menyebutkan, konsumen tidak lagi merasa tertinggal jika menggunakan ponsel berusia tiga tahun. Mereka memilih investasi pada perangkat yang tahan lama. Mereka menghindari kerugian akibat mengganti model setiap kali ada rilisan baru.

Mencari 'Value for Money' Maksimal

Dalam proses pengambilan keputusan, harga dan value for money tetap menjadi faktor utama. Konsumen semakin kritis membandingkan spesifikasi per rupiah yang dibayarkan.

Mereka memberikan perhatian besar pada daya tahan baterai, kualitas kamera, serta stabilitas performa. Kepercayaan terhadap merek dan kemudahan akses pusat layanan purnajual juga sangat mempengaruhi. Hal ini krusial, terutama bagi konsumen di luar kota besar.

Halaman Selanjutnya
img_title