Harga HP Murah Terancam Naik 15 Persen Akibat Krisis Chip

Harga HP Murah Terancam Naik 15 Persen Akibat Krisis Chip
Sumber :
  • Istimewa

Segmen Premium Lebih Tahan Banting

Dampak Krisis Chip Global: Kenaikan Harga Smartphone Ancam 2026

Uniknya, segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan kenaikan harga. Konsumen di segmen ini lebih mengutamakan spesifikasi tinggi dan kekuatan merek.

Selain itu, kebutuhan digital masyarakat yang terus meningkat menjadi penopang permintaan dasar. Pasar secara keseluruhan mungkin hanya mengalami perlambatan pertumbuhan, bukan penurunan tajam, selama kenaikan harga masih dianggap wajar.

Terungkap! Penyebab 7% Kenaikan Harga Smartphone Akibat Krisis Cip.

Strategi Mitigasi Produsen dan Peran Pemerintah

Menghadapi tekanan biaya, produsen wajib merumuskan strategi adaptif. Heru Sutadi menyarankan produsen melakukan diversifikasi pemasok chipset untuk mengurangi risiko ketergantungan.

Smartphone Gaming 1 Jutaan Ini Masih Kuat Main Genshin Impact, Itel A100C Jadi Sorotan

Optimalisasi desain produk juga harus dilakukan agar proses produksi lebih efisien dari sisi biaya. Program cicilan, promosi, dan bundling dengan operator dinilai penting guna menjaga minat beli masyarakat.

Pemerintah juga memegang peranan kunci. Pemerintah dapat memberikan insentif fiskal bagi industri perakitan lokal. Langkah ini bertujuan mempercepat pengembangan industri semikonduktor dalam negeri sekaligus menstabilkan nilai tukar dan biaya logistik.

Tekanan Global dan Proyeksi Masa Depan Kenaikan Harga Smartphone

Xiaomi, salah satu pemain besar di pasar, telah memperingatkan potensi Kenaikan Harga Smartphone secara global sejak November 2025. Peningkatan harga chip memori menjadi biang keladinya.

Peningkatan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) membuat harga komponen esensial melonjak. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyatakan tekanan biaya pada 2026 akan jauh lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga ritel produk yang signifikan. Sebagian tekanan biaya ini harus diatasi melalui penyesuaian harga jual.

Sementara itu, Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman smartphone global akan turun 2,1% pada 2026. Proyeksi penurunan ini dipicu oleh beban biaya komponen yang memberatkan produsen, sekaligus melemahkan daya beli konsumen. Kolaborasi pemerintah dan industri menjadi kunci untuk memastikan daya beli tetap terjaga di tengah tantangan rantai pasok global.