Dari Toaster ke Humanoid: OpenAI Diam-diam Bangun Armada Robot Rumahan
- Gizmochina
Sebaliknya, OpenAI ingin membangun “otak” robot terlebih dahulu sistem AI yang mampu memahami niat, konteks, dan fisika baru kemudian menempatkannya dalam tubuh humanoid ketika waktunya tepat.
Tantangan dan Pertanyaan Etis yang Mengintai
Proyek ini juga menimbulkan pertanyaan penting:
- Siapa yang mengawasi pengembangan robotika AI?
- Bagaimana mencegah penyalahgunaan teknologi ini?
- Apa dampaknya terhadap pekerjaan di sektor layanan dan rumah tangga?
OpenAI belum merilis kebijakan resmi tentang etika robotika, meskipun perusahaan sebelumnya aktif dalam diskusi AI alignment. Namun, dengan kecepatan pengembangan yang semakin cepat, kerangka regulasi dan transparansi menjadi kebutuhan mendesak.
Kesimpulan: Revolusi Robot Dimulai dari Hal Sederhana
OpenAI tidak sedang membangun robot untuk menggantikan manusia setidaknya belum. Ia sedang membangun jembatan antara dunia digital dan fisik, satu potong roti panggang dan satu lipatan kaos pada satu waktu.
Dengan pendekatan berbasis data manusia, kontrol intuitif via GELLO, dan fokus pada tugas nyata, OpenAI mungkin justru berada di jalur yang paling realistis menuju robot asisten rumahan yang benar-benar berguna.
Dan siapa tahu? Mungkin suatu hari nanti, saat Anda bangun pagi, roti sudah siap di piring, pakaian sudah rapi di lemari semua berkat robot yang belajar dari ribuan orang yang pernah memasukkan roti ke toaster.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |