Dari Toaster ke Humanoid: OpenAI Diam-diam Bangun Armada Robot Rumahan

Dari Toaster ke Humanoid: OpenAI Diam-diam Bangun Armada Robot Rumahan
Sumber :
  • Gizmochina

Fokus pada Tugas Rumah Tangga: Mengapa Toaster dan Pakaian?

ChatGPT Go Meluncur Global, OpenAI Uji Iklan Mulai Pekan Depan

Alih-alih mengejar robot humanoid seperti Tesla Optimus atau Figure 01, OpenAI memilih tugas rumah tangga sebagai batu loncatan. Contoh aktivitas yang sedang dilatih:

  • Memasukkan roti ke dalam toaster
  • Mengeluarkan roti yang sudah matang
  • Melipat kaos, celana, dan handuk
  • Menyusun barang di rak
OpenAI Resmi Bawa Iklan ke ChatGPT-Ini Cara Kerjanya!

Mengapa tugas-tugas ini penting?

Pertama, mereka melibatkan manipulasi objek halus, tidak terstruktur, dan variatif tantangan besar dalam robotika. Kain, misalnya, bersifat deformable (mudah berubah bentuk), sehingga sulit diprediksi oleh algoritma tradisional.

OpenAI Rilis Earphone AI 'Sweet Pea' Penantang AirPods

Kedua, tugas rumah tangga memiliki nilai ekonomi dan sosial yang sangat tinggi. Jika robot bisa andal melipat pakaian atau menyiapkan sarapan, ia bisa digunakan di rumah, hotel, laundry, atau fasilitas perawatan lansia pasar bernilai ratusan miliar dolar.

Ketiga, data dari tugas sederhana ini menjadi fondasi untuk keterampilan yang lebih kompleks. Seperti bayi belajar meraih sebelum berjalan, robot pun perlu menguasai koordinasi dasar sebelum meniru gerakan manusia penuh.

Strategi OpenAI: Belajar dari Sejarah AI Bahasa

Pendekatan OpenAI dalam robotika mencerminkan filosofi yang sama dengan keberhasilannya di bidang bahasa: skala data > algoritma canggih.

Seperti halnya model bahasa besar (LLM) membutuhkan triliunan token teks untuk belajar pola bahasa, model robotika butuh jutaan jam data gerakan manusia untuk memahami fisika dunia nyata.

“Masalah terbesar di robotika bukanlah algoritma tapi kelangkaan data berkualitas tinggi,” ungkap seorang peneliti AI yang akrab dengan proyek tersebut.

Dengan mengumpulkan data secara masif melalui operator manusia, OpenAI berharap dapat melatih model umum untuk manipulasi fisik mirip dengan bagaimana GPT menjadi model umum untuk bahasa.

Rencana Jangka Panjang: Menuju Robot Humanoid, Tapi Tak Terburu-buru

Meski saat ini fokus pada lengan robot, OpenAI tidak meninggalkan visi humanoid. Perusahaan berencana membuka laboratorium robotika kedua di California, yang akan memperluas kapasitas pengumpulan data dan pengujian sistem integrasi.

Namun, para insinyur di OpenAI percaya bahwa melompat langsung ke robot humanoid adalah kesalahan strategis. Tanpa pemahaman dasar tentang manipulasi objek, navigasi ruang sempit, atau interaksi aman dengan manusia, robot humanoid berisiko menjadi mahal, rapuh, dan tidak praktis.

Halaman Selanjutnya
img_title