Legion Go 2 Resmi Rilis: Handheld Gaming Monster Terbaru
- Istimewa
- Diluncurkan Oktober 2025, harga resmi Rp17.999.000.
- Mengusung layar premium 8.8 inci OLED WUXGA 144Hz dengan dukungan VRR.
- Ditenagai prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme dan RAM LPDDR5X 32GB standar.
- Menawarkan perbaikan ergonomi signifikan pada kontroler TrueStrike Generasi 2.
Lenovo kembali menggebrak pasar dengan meluncurkan generasi terbaru perangkat handheld gaming mereka, Legion Go 2. Perangkat ini resmi mendarat di Indonesia pada Oktober 2025, dibanderol dengan harga premium Rp17.999.000. Legion Go 2 bukan sekadar peningkatan; ia adalah pernyataan ambisius Lenovo untuk mendominasi segmen konsol portabel. Meskipun menawarkan spesifikasi monster, kesan pertama saat memegang perangkat ini memang "masif". Bobotnya mencapai 920 gram, menjadikannya lebih berat dari kompetitor utamanya di kelas yang sama.
Ergonomi dan Fitur Inovatif Kontroler TrueStrike
Lenovo memahami kekhawatiran pengguna terhadap generasi sebelumnya. Mereka fokus memperbaiki aspek kenyamanan. Kontroler TrueStrike Generasi 2 kini mengalami perombakan besar dalam desainnya.
Grip kontroler sekarang terasa lebih membulat dan berkontur. Desain baru ini meninggalkan sudut tajam generasi pertama yang sering memicu rasa pegal saat sesi bermain panjang.
Bentuk yang lebih alami memastikan distribusi beban terasa seimbang di telapak tangan. Pengguna akan merasakan perangkat ini lebih stabil, meskipun bobot totalnya memang signifikan.
Fitur andalan mekanisme detachable (lepas-pasang) tetap dipertahankan. Saat tangan mulai lelah menahan bobot 920 gram, pengguna cukup melepas kontroler dan menggunakan kickstand kokoh untuk menopang layar. Kualitas sambungan rel kontroler juga terasa jauh lebih solid dibandingkan versi debut.
FPS Mode Kembali Hadir untuk Kontrol Presisi
Lenovo juga menyertakan kembali fitur khas FPS Mode. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah kontroler kanan menjadi semacam mouse vertikal. Tujuannya adalah memberikan presisi bidikan tinggi saat memainkan game tembak-menembak.
Meskipun memerlukan sedikit adaptasi, FPS Mode sangat membantu. Ia membuat game Real-Time Strategy (RTS) atau First-Person Shooter (FPS) kompetitif menjadi playable di perangkat genggam tanpa perlu membawa aksesori mouse eksternal.
Layar OLED dan Dukungan VRR: Keunggulan Mutlak Legion Go 2
Jika ada satu aspek yang membuat Legion Go 2 unggul telak, itu adalah layarnya. Lenovo menyematkan panel OLED 8.8 inci dengan resolusi WUXGA (1920 x 1200) yang memukau.
Peralihan dramatis dari panel IPS ke OLED menciptakan dampak visual yang luar biasa. Warna hitam terlihat pekat sempurna, sementara warna-warna lain tampil meletup berkat cakupan DCI-P3 yang luas.
Dalam lingkungan gelap, seperti saat menjelajahi kota di Cyberpunk 2077, kedalaman gambar yang dihasilkan sangat mendalam. Ini memanjakan mata gamer kelas premium.
Fitur paling krusial bagi performa gaming adalah Variable Refresh Rate (VRR) hingga 144Hz. VRR kini menjadi standar wajib bagi perangkat konsol portabel modern.
Fluktuasi frame rate sering terjadi pada perangkat portable. Dengan VRR, tampilan tetap mulus tanpa masalah tearing (gambar patah-patah). Ini memberikan keunggulan teknis signifikan dibandingkan kompetitor utama, Steam Deck OLED, yang belum mendukung VRR.
Mesin Monster: Performa Ryzen Z2 Extreme dan RAM 32GB Standar
Di balik desainnya yang kokoh, Lenovo Legion Go 2 ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen Z2 Extreme. Prosesor ini menggunakan konfigurasi hibrida 8-core/16-thread.
Konfigurasi tersebut terdiri dari 3 inti Zen 5 P-Core dan 5 inti Zen 5c E-Core, dipadukan dengan grafis RDNA 3.5. Peningkatan performa grafis sudah pasti terasa signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Inti Zen 5c membuat handheld gaming ini jauh lebih efisien. Pada Thermal Design Power (TDP) 15W, Z2 Extreme sanggup memberikan power yang sebelumnya membutuhkan daya 20-25W pada model lama.
Lenovo tidak tanggung-tanggung dalam memori sistem. Mereka membenamkan 32GB RAM LPDDR5X-8000 sebagai standar minimum. Kapasitas RAM besar ini sangat penting karena memori sistem harus dibagi dengan VRAM grafis.
Pengguna dapat mengalokasikan 8GB bahkan 12GB untuk VRAM. Alokasi besar ini menghilangkan masalah stuttering dan crash pada game AAA berat, yang sering dialami oleh perangkat dengan RAM 16GB.
Fleksibilitas Konektivitas dan Sistem Operasi
Lenovo menyediakan dua port USB4, satu di bagian atas dan satu di bawah. Konfigurasi ini menawarkan fleksibilitas. Pengguna dapat mengisi daya sambil menghubungkan aksesoris tambahan, atau menyambungkan eGPU (kartu grafis eksternal) untuk mengubah Legion Go 2 menjadi PC desktop yang sangat kuat.
Unit yang dijual resmi di Indonesia menggunakan Windows 11. Ini memungkinkan instalasi penuh Game Pass, Steam, Epic Games, atau bahkan perangkat lunak kerja. Lenovo menyertakan aplikasi Legion Space. Aplikasi ini berfungsi mengatur TDP dan profil performa, dan kini sudah jauh lebih stabil dan responsif.
Analisis Harga dan Posisi Lenovo Legion Go 2 di Pasar Handheld Premium
Dengan banderol harga Rp17.999.000, Lenovo Legion Go 2 jelas memosisikan diri sebagai investasi di segmen konsol portabel premium. Harga ini merefleksikan spesifikasi kelas atas yang ditawarkan.
VRR 144Hz, panel OLED, dan RAM 32GB standar adalah kombinasi yang sulit ditandingi oleh kompetitor. Perbaikan ergonomi menunjukkan Lenovo mendengarkan masukan pengguna. Meskipun bobotnya masif, detachable kontroler dan kickstand yang kokoh memberikan solusi praktis.
Secara keseluruhan, Legion Go 2 adalah pilihan kuat bagi gamer yang menuntut performa tinggi, kualitas visual premium, dan fleksibilitas sistem operasi Windows. Perangkat ini siap menjadi patokan baru dalam arena kompetitif handheld gaming global.