Konsumen Tunda Beli: Dampak Kenaikan Harga Smartphone 2026
- Istimewa
- Harga smartphone diproyeksikan naik 5% hingga 15% pada 2026, terutama menyasar segmen menengah dan flagship.
- Kenaikan ini dipicu kelangkaan semikonduktor global (dialihkan ke AI) dan faktor domestik, yaitu pelemahan nilai tukar Rupiah.
- Konsumen di Indonesia cenderung menunda pembelian atau beralih ke model/merek yang harganya lebih kompetitif.
Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) memprediksi terjadi lonjakan harga perangkat pintar pada tahun 2026. Prediksi kenaikan harga smartphone ini memicu reaksi hati-hati dari masyarakat. Konsumen akan menunda pembelian unit baru sebagai respons langsung terhadap tekanan biaya.
Tesar Sandikapura, Ketua Umum Idiec, menjelaskan bahwa meski kebutuhan dasar terhadap komunikasi tetap ada, tingginya harga membuat volume penjualan unit berpotensi tertekan. Idiec memperkirakan konsumen cenderung menunda pembelian signifikan.
Oleh sebab itu, konsumen berpotensi besar beralih ke merek lain, memilih model lama, atau bahkan turun ke segmen harga yang lebih rendah. Tesar menilai pasar smartphone Indonesia tetap resilien, namun akan semakin sensitif terhadap harga, khususnya pada segmen menengah ke bawah.
Mengapa Kenaikan Harga Smartphone Tak Terhindarkan?
Lonjakan biaya perangkat komunikasi ini terjadi akibat kombinasi kompleks antara faktor global dan dinamika domestik. Gabungan tekanan ini menciptakan kondisi yang sulit bagi produsen dan importir perangkat.
Krisis Chip Global dan Dampak AI
Kenaikan harga smartphone dipicu oleh kelangkaan pasokan semikonduktor. Kapasitas produksi chipset dunia kini sebagian besar dialihkan. Produsen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan industri Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), pusat data, dan komputasi berkinerja tinggi.
Situasi ini diperparah oleh laporan global. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, pada November 2025 telah memperingatkan potensi kenaikan harga. Peningkatan harga chip memori terjadi seiring dengan melonjaknya permintaan dari sektor AI.
Lu Weibing menyampaikan tekanan biaya pada industri smartphone diperkirakan jauh lebih besar pada 2026. Dia memprediksi konsumen akan melihat kenaikan harga ritel yang cukup signifikan.
Tekanan Rupiah dan Biaya Logistik Domestik
Selain faktor global, tekanan harga di dalam negeri juga membesar. Pelemahan nilai tukar Rupiah memainkan peran penting. Selain itu, meningkatnya biaya logistik juga menambah beban operasional.