Bocoran Heboh: Galaxy S26 Adopsi Google Scam Detection AI
- GSMArena
- Fitur premium Google Scam Detection diperkirakan hadir di seri Galaxy S26 yang akan rilis.
- Integrasi ini mengandalkan kecerdasan buatan on-device, Gemini Nano, yang sebelumnya eksklusif bagi Pixel.
- Temuan kode ini mengindikasikan kemungkinan besar Samsung beralih ke aplikasi telepon Google pada One UI 8.5.
Inovasi keamanan digital pada ponsel pintar segera mencapai level baru. Laporan terbaru berbasis penemuan kode di dalam aplikasi "Phone by Google" mengklaim Samsung akan memasukkan fitur canggih Google Scam Detection ke dalam seri Galaxy S26 mereka. Fitur proteksi penipuan berbasis AI ini dijadwalkan meluncur bulan depan bersamaan pengumuman seri flagship terbaru Samsung tersebut.
Fitur Google Scam Detection selama ini menjadi keunggulan eksklusif pada ponsel Pixel, terutama model terbaru seperti Pixel 9 dan Pixel 10. Fitur ini sangat penting karena menggunakan AI on-device Gemini Nano untuk menganalisis panggilan secara real-time.
Analisis Kode dan Bukti Keras Adopsi Galaxy S26
Pengembang menemukan bukti kuat terkait fitur ini tersembunyi dalam kode sumber aplikasi telepon Google. Mereka menemukan model-model seri Galaxy S26 tercantum langsung dalam dialer tersebut.
Pengamatan mendalam ini menguatkan dugaan. Model-model yang teridentifikasi mencakup SM-S942 (Galaxy S26 standar), SM-S947 (S26+), dan SM-S948 (S26 Ultra). Kode tersebut juga merujuk pada fitur Google Scam Detection dengan nama sandi internal, yaitu "sharpie."
Peran Krusial Gemini Nano dalam Keamanan Panggilan
Penting untuk dipahami, versi terbaik dari fitur keamanan ini ditenagai oleh Gemini Nano. Gemini Nano adalah model AI yang bekerja sepenuhnya di perangkat tanpa perlu koneksi cloud. Hal ini memastikan privasi pengguna tetap terjaga.
Saat ini, ketersediaan versi Gemini Nano dari fitur ini masih terbatas. Google hanya merilisnya di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, India, dan Irlandia. Versi lama yang hanya mengandalkan Machine Learning on-device tanpa Gemini tetap tersedia pada seri Pixel 6, 7, dan 8. Samsung kemungkinan besar akan mendapatkan integrasi Gemini Nano yang lebih superior.
Misteri Integrasi: Aplikasi Google di Ekosistem Samsung
Temuan kode tersebut memicu pertanyaan teknis yang signifikan. Secara tradisional, ponsel Samsung tidak menggunakan aplikasi "Phone by Google." Mereka mengandalkan aplikasi dialer bawaan di bawah sistem operasi One UI.
Pengguna memang dapat menginstal aplikasi Google dari Play Store. Namun, aplikasi pihak ketiga sulit mendapatkan izin sistem yang diperlukan untuk menjalankan AI on-device secara mendalam. Izin tersebut wajib ada agar fitur keamanan seperti ini berfungsi optimal.
Kemungkinan Pergeseran Strategi Samsung
Titik kontroversial inilah yang menarik perhatian para spesialis teknologi. Samsung menghadapi dua skenario utama. Pertama, mereka mungkin memberikan izin sistem khusus yang belum pernah ada untuk aplikasi Google di perangkat S26. Kedua, dan ini skenario yang lebih revolusioner, Samsung mungkin memutuskan untuk mengganti aplikasi dialer bawaan mereka sepenuhnya.
Jika opsi kedua terjadi, Samsung akan mengadopsi aplikasi "Phone by Google" secara default. Perubahan fundamental ini kemungkinan besar akan terjadi bersamaan dengan peluncuran One UI 8.5, yang debutnya direncanakan bersama keluarga Galaxy S26.
Potensi Dampak pada One UI 8.5 dan Pasar Global
Adopsi Google Scam Detection pada Galaxy S26 menunjukkan percepatan kemitraan AI antara Samsung dan Google. Keputusan ini secara drastis akan meningkatkan nilai jual seri S26 dari sisi keamanan dan kepercayaan pengguna.
Pergeseran dialer (jika itu yang terjadi) akan menandai perubahan signifikan dalam strategi software Samsung. Pengguna One UI 8.5 akan mendapatkan perlindungan proaktif terhadap panggilan penipuan yang cerdas. Langkah ini memperkuat komitmen kedua raksasa teknologi untuk memerangi ancaman keamanan digital menggunakan kekuatan AI. Pasar global menantikan konfirmasi resmi atas fitur revolusioner ini bulan depan.