Jensen Huang di China: Chip Nvidia H200 Tiba-tiba Diblokir Bea Cukai
- Istimewa
Insiden pemblokiran chip ini menyoroti pergeseran fase dalam konflik teknologi antara AS dan Tiongkok. Kedua negara kini cenderung menghindari larangan penuh. Mereka memilih menggunakan mekanisme penundaan, biaya tambahan, atau persetujuan senyap sebagai alat tawar.
Bagi Amerika Serikat, strategi ini membatasi akses Tiongkok tanpa menutup pintu sepenuhnya. Sementara itu, Tiongkok memanfaatkan penundaan ini untuk menekan perusahaan lokal agar membangun alternatif domestik. Mereka tetap menjaga Nvidia dalam jangkauan yang terkendali.
Pendekatan ‘akses selektif’ ini menciptakan lingkungan bisnis yang tidak terduga. Setiap pengiriman kini bergantung pada keputusan politik, bukan hanya performa teknologi semata.
Analisis Risiko dan Prospek Bisnis Nvidia
Melihat ke depan, masa depan perdagangan chip diprediksi akan melibatkan proses persetujuan yang lebih lambat. Perusahaan harus bersiap menghadapi biaya operasional yang jauh lebih tinggi dan ketidakpastian yang berkelanjutan. Meskipun Nvidia mungkin masih beroperasi di Tiongkok, profitabilitas dan stabilitas pasokan mereka terancam.
Kunjungan CEO Jensen Huang saat ini berfungsi ganda. Selain menjaga tradisi, ia harus secara pribadi mengukur suhu politik dan mencari solusi pragmatis. Nvidia wajib menavigasi keseimbangan rumit antara kepatuhan regulasi AS dan izin operasional dari Tiongkok. Kelangsungan bisnis besar Nvidia di pasar Asia Pasifik bergantung pada negosiasi tersebut.