Strategi Polytron G3+: Baterai LFP Jadi Kunci Garansi Seumur Hidup
- Istimewa
- Polytron G3+ menawarkan Garansi Baterai Seumur Hidup melalui skema Battery as a Service (BaaS), memisahkan kepemilikan mobil dan baterai.
- Keputusan ini didukung oleh penggunaan sel baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang unggul dalam stabilitas termal dan siklus hidup panjang.
- Sistem manajemen suhu cerdas diimplementasikan untuk memastikan baterai LFP tetap optimal meskipun menggunakan DC Fast Charging 80 kW.
Pasar otomotif nasional kini dibanjiri berbagai model kendaraan listrik. Namun, Polytron G3+ sukses menarik perhatian berkat proposisi nilai yang unik. Mobil SUV listrik ini hadir dengan penawaran berani: Garansi Baterai Seumur Hidup melalui skema Battery as a Service (BaaS).
Langkah agresif ini bukan sekadar taktik pemasaran. Ini adalah cerminan dari keyakinan Polytron terhadap fondasi teknologi penyimpanan energi mereka. Analisis mendalam menunjukkan bahwa kunci durabilitas dan klaim garansi terletak pada pemilihan jenis kimia sel dan sistem manajemen suhu spesifik G3+.
Fondasi Kimia: Mengapa Polytron Memilih Baterai LFP?
Jantung pacu Polytron G3+ ditenagai paket baterai berkapasitas 51,916 kWh. Poin krusial dari spesifikasi ini adalah adopsi sel baterai berjenis Baterai LFP (Lithium Iron Phosphate).
Pilihan LFP sangat strategis. Umumnya, pabrikan mobil listrik performa tinggi memilih baterai berbasis Nikel (NMC) karena densitas energinya tinggi. Sebaliknya, Polytron mengutamakan stabilitas termal dan keamanan pengguna.
Keunggulan Stabilitas Baterai LFP
Secara kimiawi, ikatan fosfat pada LFP jauh lebih stabil. Ikatan ini sangat resisten terhadap risiko thermal runaway (kebakaran akibat panas berlebih). Thermal runaway sering menjadi kekhawatiran utama bagi konsumen kendaraan listrik.
Pilihan Baterai LFP sangat relevan untuk pasar Indonesia. Iklim tropis panas Indonesia menuntut baterai yang tahan terhadap suhu operasional yang menantang. Selain itu, baterai ini dipasok dari mitra strategis, seperti Gotion High-Tech, yang memiliki fasilitas perakitan lokal. Hal ini membantu Polytron mencapai nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%.
Menjamin Durabilitas: Peran Vital Sistem Pendingin Cerdas
Meskipun Baterai LFP terkenal tangguh, performa dan umur pakainya tetap sensitif terhadap suhu ekstrem. Tantangan terbesar muncul saat proses pengisian daya cepat (DC Fast Charging).