Strategi Polytron G3+: Baterai LFP Jadi Kunci Garansi Seumur Hidup
- Istimewa
Untuk mengatasi kerentanan ini, Polytron membekali G3+ dengan Intelligent Battery Temperature Control System. Sistem manajemen termal ini bekerja aktif. Tujuannya menjaga suhu sel baterai agar tetap berada di jendela operasional yang optimal.
Optimalisasi Pengisian Daya Cepat
Fitur ini menjadi sangat vital mengingat kapabilitas pengisian daya G3+. Mobil ini mendukung protokol DC Fast Charging (CCS2) dengan daya puncak hingga 80 kW. Teknologi ini memungkinkan pengisian daya dari 20% hingga 70% tuntas hanya dalam waktu kurang dari 35 menit.
Tanpa sistem pendingin yang cerdas—yang diyakini menggunakan pendinginan cairan—paparan arus tinggi secara berulang dapat mempercepat degradasi kesehatan baterai. Penggunaan pendinginan presisi ini secara efektif memperpanjang siklus hidup baterai.
Analisis Strategi: Dampak Skema BaaS dan Harga Polytron G3+
Keputusan teknis menggunakan LFP memberikan alasan fundamental bagi Polytron untuk berani menawarkan Garansi Baterai Seumur Hidup dalam skema sewa baterai mereka. Baterai LFP memiliki siklus hidup yang jauh lebih panjang. Jenis baterai ini mampu bertahan ribuan siklus pengisian sebelum kapasitasnya menurun signifikan.
Polytron secara efektif meminimalkan risiko kerusakan baterai jangka panjang. Ini adalah kombinasi dari kimia sel yang awet dan manajemen suhu yang presisi.
Konsumen mendapat jaminan performa mobil yang konsisten dengan jarak tempuh hingga 402 km (klaim NEDC/CLTC). Sementara itu, Polytron dapat menjalankan model bisnis penyewaan baterai (BaaS) dengan risiko penggantian unit yang sangat rendah.
Untuk konsumen di Indonesia, harga mobil listrik Polytron G3+ tipe Buy to Own (termasuk baterai) mulai dari Rp459 juta OTR. Sementara model berlangganan BaaS jauh lebih terjangkau. Harga mobilnya mulai dari Rp299 juta, ditambah biaya sewa baterai sekitar Rp1,2 juta per bulan. Strategi Garansi Baterai Seumur Hidup ini menjadi pembeda utama di pasar EV yang semakin kompetitif.