Kerugian Rp8,2 T Akibat Penipuan Digital, Privy Raih iBeta Level 2

Kerugian Rp8,2 T Akibat Penipuan Digital, Privy Raih iBeta Level 2
Sumber :
  • Istimewa

Link Video Parera 11 Menit Beredar! Ini Fakta Mengejutkan soal "Sultan Malay"
  • Kerugian akibat penipuan digital di Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp8,2 triliun hingga November 2025.
  • Modus kejahatan siber kian canggih, melibatkan manipulasi biometrik dan teknologi deepfake.
  • Privy berhasil meraih sertifikasi internasional iBeta Certification Level 2 untuk fitur Liveness Detection-nya.
  • Sertifikasi ini memastikan verifikasi identitas tahan terhadap serangan spoofing tingkat lanjut.

Peran Ibu Kunci Sukses Perlindungan Anak di Ruang Siber

Indonesia menghadapi lonjakan kasus penipuan digital yang sangat mengkhawatirkan. Laporan dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK menyebutkan kerugian fantastis, mencapai Rp8,2 triliun, tercatat dari Januari hingga November 2025. Angka ini mencerminkan seriusnya ancaman kejahatan siber, terutama seiring munculnya modus-modus kejahatan yang semakin kompleks.

Menjawab tantangan tersebut, Privy, penyedia layanan identitas digital terdepan, secara resmi mengumumkan pencapaian penting. Perusahaan ini berhasil mendapatkan sertifikasi internasional iBeta Certification Level 2 (Presentation Attack Detection) untuk fitur Liveness Detection. Pencapaian ini menjadi pertanda bahwa standar keamanan verifikasi identitas di Indonesia telah naik kelas.

Dapat Email Reset Password Instagram Padahal Nggak Minta? Waspadai Kebocoran 17 Juta Akun!

Ancaman Rp8,2 Triliun: Evolusi Modus Penipuan Digital

Kejahatan siber saat ini tidak lagi terbatas pada modus phishing sederhana. Para pelaku kini menggunakan teknologi canggih untuk menyasar korban. Modus penipuan digital melibatkan penyalahgunaan identitas, pemalsuan biometrik, hingga penggunaan manipulasi berbasis kecerdasan buatan (AI) atau deepfake.

Lonjakan kerugian yang mencapai triliunan rupiah ini menegaskan perlunya pertahanan digital yang jauh lebih kuat. Keamanan pengguna menjadi isu kritis karena proses verifikasi identitas merupakan pintu gerbang utama risiko finansial.

Privy Amankan Verifikasi dengan iBeta Certification Level 2

Pencapaian Privy melalui sertifikasi iBeta ISO/IEC 30107-3 Level 2 menjadi tonggak penting. Sertifikasi ini merupakan pengakuan global atas kapabilitas teknologi Privy. Secara spesifik, Level 2 menunjukkan kemampuan sistem mendeteksi dan mencegah potensi penipuan digital tingkat menengah hingga lanjut. Ini menjadi peningkatan signifikan dari sertifikasi Level 1 yang mereka raih sebelumnya.

Nitin Mathur, Chief Operation Officer (COO) Privy, menegaskan komitmen perusahaannya. "Keamanan pengguna menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Privy percaya bahwa verifikasi identitas merupakan touchpoint utama dalam melindungi pengguna," jelasnya. Capaian ini membuktikan bahwa mereka berhasil memenuhi standar global yang ketat.

Mengapa Level 2 Penting untuk Liveness Detection?

Teknologi Liveness Detection yang Privy kembangkan berfungsi memastikan bahwa proses verifikasi hanya dapat dilakukan oleh individu nyata (real presence). Sistem ini akan menolak upaya manipulasi menggunakan foto, rekaman video, atau hasil deepfake.

Lolosnya pengujian iBeta Certification Level 2 menandakan bahwa sistem Privy teruji menghadapi skenario serangan (spoofing) yang kompleks. Pengujian ini meniru kondisi lapangan, mencakup variasi metode pemalsuan identitas dengan durasi dan kompleksitas yang menyerupai ancaman sebenarnya.

Dampak Nyata dan Jaminan Keamanan Pengguna

Hingga saat ini, dampak positif dari penguatan keamanan Privy sudah terlihat jelas. Perusahaan tersebut berhasil mencegah lebih dari 122 juta upaya fraud digital. Angka fantastis ini menunjukkan efektivitas sistem mereka dalam skala nasional.

Selain perlindungan teknologi canggih, Privy juga memberikan jaminan finansial bagi para pengguna. Mereka melengkapi layanannya dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar. Garansi ini melindungi pengguna dari kerugian apabila dokumen digital yang ditandatangani menggunakan Sertifikat Privy terbukti tidak asli. Sebanyak 71 juta pengguna individu terverifikasi dan lebih dari 167.000 pengguna korporasi saat ini mempercayai keamanan identitas digital yang Privy sediakan.