Waspada! Deepfake Kelabui Registrasi SIM Card Biometrik

Waspada! Deepfake Kelabui Registrasi SIM Card Biometrik
Sumber :
  • Istimewa

Sah! Registrasi SIM Card Biometrik Wajah Wajib, Cegah Fraud Rp9,1 T
  • Deepfake kini menjadi ancaman utama yang berpotensi memanipulasi sistem verifikasi wajah pada registrasi kartu SIM.
  • Data biometrik seperti sidik jari atau wajah bersifat permanen; kebocoran tidak dapat diperbaiki atau diganti.
  • Integritas kebijakan registrasi SIM Card Biometrik sangat bergantung pada pengawasan ketat distribusi kartu fisik.

Wajib Biometrik: ATSI Siap Terapkan Registrasi Kartu SIM Komdigi

Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) mengeluarkan peringatan keras mengenai potensi ancaman keamanan digital yang menyertai kebijakan registrasi SIM Card biometrik. Pemanfaatan teknologi verifikasi wajah yang kian masif menghadapi tantangan signifikan dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). Khususnya, teknologi deepfake kini menjadi momok yang harus diwaspadai pemerintah dan operator seluler.

Founder and Chairman ICSF, Ardi Sutedja K., menjelaskan bahwa ancaman terbesar datang dari kemampuan deepfake menciptakan citra wajah palsu yang menyerupai aslinya. Jika sistem registrasi SIM Card biometrik tidak diperkuat dengan fitur deteksi anti-deepfake yang memadai, validasi identitas berisiko tinggi dimanipulasi oleh pelaku kejahatan siber. Ardi menegaskan bahwa meskipun teknologi biometrik terus maju, kejahatan siber pun tidak pernah stagnan. Pelaku akan selalu mencari celah baru.

XLSMART Siap Terapkan Registrasi SIM Biometrik, Jamin Keamanan Data

Ancaman Deepfake dan Kelemahan Verifikasi Biometrik

Pemanfaatan pengenalan wajah dalam proses pendaftaran SIM card sejatinya menawarkan solusi yang menjanjikan untuk menekan kejahatan digital seperti penipuan daring, SIM swap, dan penyalahgunaan nomor. Sistem ini diharapkan mampu mempersulit penggunaan identitas palsu.

Namun demikian, Ardi Sutedja menekankan perlunya mekanisme deteksi anti-deepfake dan sistem audit yang kuat. Tanpa pengamanan berlapis, biometrik wajah hanya menjadi formalitas belaka yang mudah ditembus oleh manipulasi digital canggih. Oleh sebab itu, pembaruan teknologi pengamanan dan penilaian risiko harus dilakukan secara berkala.

Risiko Eksploitasi Lewat Social Engineering

Selain manipulasi teknis melalui deepfake, potensi kebocoran dan penyalahgunaan juga muncul dari rekayasa sosial (social engineering). Metode ini memanfaatkan kelemahan manusia untuk mencuri akses ke data biometrik atau sistem registrasi.

ICSF menilai pelatihan intensif serta sosialisasi bagi petugas registrasi menjadi sangat krusial. Mereka wajib mampu mengenali dan mencegah upaya manipulasi yang semakin kompleks di lapangan. Kesadaran petugas adalah lini pertahanan pertama dalam menjaga integritas data pengguna.

Halaman Selanjutnya
img_title