Waspada! Deepfake Kelabui Registrasi SIM Card Biometrik

Waspada! Deepfake Kelabui Registrasi SIM Card Biometrik
Sumber :
  • Istimewa

Data Biometrik: Mengapa Lebih Bahaya dari Password?

Grok AI Dibatasi X Premium, Kemkomdigi Blokir: Efektifkah?

Isu krusial lain yang wajib dipertimbangkan pemerintah adalah risiko kebocoran data biometrik masyarakat. Data ini memiliki karakteristik unik yang sangat berbeda dibandingkan data pribadi konvensional seperti kata sandi atau PIN.

Ardi Sutedja mengingatkan, jika kata sandi atau PIN bocor, kita masih memiliki opsi untuk segera menggantinya. Sebaliknya, data biometrik, baik itu sidik jari maupun wajah, bersifat permanen dan melekat seumur hidup pada individu.

Dapat Email Reset Password Instagram Padahal Nggak Minta? Waspadai Kebocoran 17 Juta Akun!

Kasus kebocoran data biometrik telah terjadi di berbagai negara dan sering menimbulkan dampak jangka panjang yang fatal. Data yang jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab berpotensi disalahgunakan untuk pemalsuan identitas, akses ilegal ke rekening bank, hingga pengambilalihan akun penting.

Menjaga Kepercayaan Publik dan Pengawasan Kebijakan

Skandal Konten Berbahaya Grok AI: Paywall X Gagal Total

Efektivitas kebijakan registrasi SIM Card biometrik tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi verifikasi, tetapi juga pada integritas seluruh proses registrasi. Jika distribusi kartu SIM di pasar masih longgar, dan praktik jual beli SIM card ilegal tetap terjadi, sistem biometrik akan kehilangan fungsinya.

Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga data biometrik harus terus digencarkan. Selain itu, kebijakan ini harus diukur secara berkala. Pengukuran efektivitas harus mencakup aspek perlindungan hak konsumen, tingkat kepuasan pengguna, dan bukan sekadar penurunan angka kejahatan. ICSF mendorong pengawasan distribusi yang ketat, kolaborasi antarlembaga, serta penegakan hukum yang konsisten untuk memastikan keamanan digital masyarakat.