Waspada! Kejahatan Siber Lebaran Meningkat, Ini Kata Pakar

Waspada! Kejahatan Siber Lebaran Meningkat, Ini Kata Pakar
Sumber :
  • Istimewa

Cara Cek Rest Area Tol Terdekat Saat Mudik 2026 via Google Maps
  • Intensitas kejahatan siber melonjak drastis selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
  • Pelaku semakin agresif menggunakan modus lama karena desakan kebutuhan ekonomi.
  • OJK mencatat lebih dari 13 ribu laporan penipuan dalam 10 hari pertama Ramadan.
  • Jutaan ancaman berbasis web mengintai pengguna internet di Indonesia.

Trafik Lebaran Telkom 2026 Naik, Kapasitas Jumbo 60,7 Tbps

Aktivitas kejahatan siber Lebaran menunjukkan tren kenaikan yang signifikan seiring meningkatnya volume transaksi digital masyarakat. Para pelaku kini semakin agresif melancarkan aksi penipuan karena dorongan motif ekonomi yang mendesak. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh pengguna layanan keuangan digital di tanah air.

Modus Rekayasa Sosial yang Semakin Nekat

Sidak Meta, Meutya Hafid Pertegas Kedaulatan Digital Indonesia

Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa pola serangan siber menjelang Idulfitri sebenarnya tidak banyak berubah. Namun, para peretas kini bekerja lebih giat dan berani dalam mengeksekusi aksinya. Mereka memanfaatkan momen ketika masyarakat sangat membutuhkan uang untuk keperluan hari raya.

Pelaku umumnya masih mengandalkan skema lama seperti tawaran investasi bodong dan hadiah instan. Selain itu, mereka sering menyamar sebagai petugas resmi dari bank, kepolisian, atau kantor pajak. Teknik ini bertujuan untuk mencuri identitas dan menguras saldo mobile banking milik korban.

Waspada Terhadap Tautan Phishing

Metode utama yang patut diwaspadai adalah pengiriman tautan phishing melalui berbagai platform pesan singkat. Penjahat mengemas tautan tersebut dengan narasi yang meyakinkan agar korban bersedia memberikan data sensitif. Alfons mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada situs web yang tidak resmi.

Keamanan aset digital sepenuhnya bergantung pada kedisiplinan pengguna dalam menjaga data pribadi. Jangan pernah memberikan kode OTP atau kata sandi kepada siapa pun, meskipun mereka mengaku sebagai petugas berwenang. Kewaspadaan ini menjadi benteng utama dalam menghadapi kejahatan siber Lebaran.

Data Ancaman Digital di Indonesia

Berdasarkan laporan dari Kaspersky, ancaman siber di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Perusahaan tersebut berhasil memblokir hampir 15 juta ancaman berbasis web. Data ini menunjukkan bahwa satu dari empat pengguna internet di Indonesia berisiko terkena serangan online.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat lonjakan pengaduan masyarakat yang sangat tajam. Hanya dalam sepuluh hari pertama Ramadan 2026, terdapat 13.130 laporan penipuan yang melibatkan puluhan ribu rekening. Angka ini meningkat pesat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
img_title