Data Penerbangan Kini Lebih Aman! NASA Uji Teknologi Blockchain di Drone

Data Penerbangan Kini Lebih Aman! NASA Uji Teknologi Blockchain di Drone
Sumber :
  • NASA/Brandon Torres Navarette

Gadget – Di tengah meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur udara, NASA mengambil langkah revolusioner dengan mengembangkan dan menguji sistem keamanan berbasis blockchain untuk melindungi data penerbangan. Teknologi ini tidak hanya inovatif tapi juga berpotensi menjadi fondasi baru bagi keselamatan operasional di langit masa depan, termasuk penerbangan komersial, Urban Air Mobility (UAM), hingga misi di ketinggian ekstrem.

Keamanan Siber Indonesia Merosot: IDPRO Dorong Investasi Data Center

Dalam pengujian terbarunya, NASA menggunakan drone Alta-X dilengkapi komputer onboard, radio, GPS, dan baterai untuk mensimulasikan kondisi penerbangan nyata, lengkap dengan stasiun darat terpisah. Hasilnya menunjukkan bahwa arsitektur blockchain mampu memberikan lapisan keamanan yang lebih tangguh dibanding sistem proteksi konvensional.

Artikel ini mengupas tuntas cara kerja sistem blockchain NASA, manfaatnya bagi keselamatan penerbangan, tantangan implementasi, serta potensi penerapannya di masa depan.

Waspada! Apple Desak Segera Update iOS 26 atau Jadi Target Spyware

Mengapa Data Penerbangan Perlu Dilindungi?

Data penerbangan bukan sekadar angka atau koordinat. Ia mencakup informasi kritis seperti:

Pembaruan Darurat Microsoft: Windows 11 Kena Bug Fatal Shutdown
  • Rencana penerbangan (flight plans)
  • Identitas pesawat (aircraft registration)
  • Data telemetri real-time (kecepatan, ketinggian, posisi)

Jika data ini diretas, dimanipulasi, atau diintersepsi, konsekuensinya bisa mengancam keselamatan ribuan penumpang, mengganggu sistem ATC (Air Traffic Control), atau bahkan digunakan dalam serangan siber terarah terhadap infrastruktur nasional.

Saat ini, sistem keamanan penerbangan sudah cukup canggih. Namun, sifat terpusatnya membuatnya rentan terhadap titik kegagalan tunggal (single point of failure). Di sinilah blockchain hadir sebagai solusi alternatif.

Bagaimana Blockchain Melindungi Data Penerbangan?

Blockchain adalah database terdistribusi dan terdesentralisasi yang merekam setiap transaksi atau pembaruan data secara transparan, aman, dan tidak dapat diubah (immutable).

Dalam konteks penerbangan, sistem blockchain NASA bekerja dengan prinsip berikut:

  • Tidak ada entitas tunggal yang mengontrol data – semua node tepercaya memiliki salinan yang sama.
  • Setiap perubahan diverifikasi oleh konsensus – sehingga manipulasi data hampir mustahil.
  • Akses dibatasi hanya untuk pengguna terotorisasi – menjaga privasi sekaligus integritas.
  • Riwayat lengkap tersedia untuk audit – memudahkan pelacakan jika terjadi insiden.

Dengan begitu, bahkan jika satu sistem diretas, data tetap utuh di node lain, dan upaya perubahan ilegal akan langsung terdeteksi.

Pengujian di Dunia Nyata: Drone Alta-X sebagai Laboratorium Terbang

Untuk menguji konsep ini, tim peneliti NASA memilih drone Alta-X platform UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang stabil dan modular. Drone ini dilengkapi:

  • Komputer onboard untuk menjalankan protokol blockchain
  • Modul radio untuk komunikasi dengan stasiun darat
  • Sistem GPS untuk pelacakan posisi real-time
  • Baterai berdaya tahan tinggi

Dalam simulasi, drone terbang sambil mengirim dan menerima data penerbangan ke stasiun darat melalui jaringan yang diamankan oleh blockchain. Tim peneliti kemudian mencoba mensimulasikan gangguan dan akses tidak sah dan sistem blockchain berhasil mendeteksi serta menolak upaya tersebut.

Pengujian ini membuktikan bahwa teknologi ini tidak hanya teoritis, tapi layak diimplementasikan di lingkungan operasional nyata.

Ekspansi ke Masa Depan: Dari Drone ke Langit Kota dan Stratosfer

NASA tidak berhenti di sini. Para peneliti meyakini bahwa kerangka kerja blockchain ini dapat diperluas ke dua domain utama:

1. Urban Air Mobility (UAM)
Dengan munculnya taksi udara listrik (eVTOL) di kota-kota besar, arus data penerbangan akan meningkat eksponensial. Blockchain bisa menjadi tulang punggung sistem manajemen lalu lintas udara perkotaan yang aman dan skalabel.

2. Operasi Ketinggian Tinggi (>60.000 Kaki)
Misalnya untuk pesawat pengintai stratosfer, balon cuaca, atau wahana eksplorasi atmosfer. Di ketinggian ekstrem, komunikasi sering terputus-putus, sehingga sistem yang tahan gangguan seperti blockchain sangat dibutuhkan.

Tantangan yang Masih Harus Dihadapi
Meski menjanjikan, adopsi blockchain di penerbangan tidak lepas dari tantangan:

  • Latensi: Proses verifikasi konsensus bisa memperlambat transmisi data real-time.
  • Konsumsi daya: Komputasi blockchain membutuhkan sumber daya, yang terbatas di UAV kecil.
  • Interoperabilitas: Integrasi dengan sistem legacy (ATC, ADS-B, dll.) memerlukan standarisasi global.

NASA mengakui hal ini dan menyatakan bahwa penelitian masih berlangsung. Namun, hasil awal sudah cukup meyakinkan untuk melanjutkan pengembangan.

Implikasi Global: Bukan Hanya untuk NASA

Jika sukses, teknologi ini bisa diadopsi oleh:

  • FAA (Federal Aviation Administration)
  • EASA (European Union Aviation Safety Agency)
  • Maskapai penerbangan komersial
  • Produsen drone dan eVTOL

Bayangkan dunia di mana setiap pesawat, drone, dan taksi udara berbagi data melalui jaringan blockchain aman tanpa takut diretas, dipalsukan, atau disadap. Itu adalah visi yang kini selangkah lebih dekat berkat inovasi NASA.

Kesimpulan: Langkah Kecil di Bumi, Lompatan Besar untuk Keamanan Udara

Dengan menggabungkan dua teknologi mutakhir aerospace dan blockchain NASA tidak hanya melindungi data penerbangan, tapi juga membangun fondasi kepercayaan digital untuk langit masa depan.

Di era di mana ancaman siber semakin canggih, keamanan tidak boleh lagi bersifat reaktif harus proaktif, terdistribusi, dan tahan manipulasi. Dan blockchain, seperti yang ditunjukkan NASA, mungkin adalah jawabannya.

Seperti yang dikatakan salah satu peneliti NASA:

“Kami tidak hanya ingin pesawat terbang lebih tinggi tapi juga lebih aman, dari tanah hingga stratosfer.”

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget