5 Sensor Kamera 200MP yang Akan Dominasi Smartphone 2026

5 Sensor Kamera 200MP yang Akan Dominasi Smartphone 2026
Sumber :
  • semiconductor.samsung.com

Gadget – Tahun 2026 bukan sekadar kelanjutan tren resolusi tinggi ia adalah titik balik evolusi kamera smartphone. Jika dulu kamera 108MP dianggap “berlebihan”, kini sensor 200MP telah menjadi standar baru, bahkan merambah ke segmen mid-range. Yang lebih menarik: resolusi bukan lagi satu-satunya fokus. Produsen kini mengejar efisiensi daya, AI on-sensor, zoom in-sensor, dan fleksibilitas desain.

Bocoran Terbaru: Find X10 Standar Pakai Zoom 200MP, Lawan Berat Flagship Lain!

Di balik layar, tiga raksasa industri sensor Samsung, Sony, dan OmniVision saling bersaing menyediakan solusi 200MP yang berbeda untuk kebutuhan beragam. Dari sensor “merakyat” hingga chip flagship berteknologi stacked CMOS, berikut lima sensor kamera 200MP utama yang akan mendominasi pasar smartphone global sepanjang 2026.

1. Samsung ISOCELL HP5: Sensor 200MP Paling Merakyat di 2026

Kebocoran iPhone 18 Pro: Dynamic Island Mengecil 35%?

Jika ada satu sensor yang akan muncul di puluhan model smartphone tahun ini, itu adalah Samsung ISOCELL HP5. Diluncurkan Oktober 2025, HP5 dirancang sebagai solusi serba guna yang cocok untuk kelas mid-range maupun flagship entry-level.

Keunggulan Utama:

Revolusi Konten: Harga Resmi Oppo Reno 15 Series di Indonesia
  • Ukuran piksel 0,56µm dengan teknologi pixel-binning 16-in-1 → hasil foto 12,5MP berkualitas tinggi
  • Konsumsi daya rendah berkat arsitektur ISOCELL 2.0
  • Kompatibel dengan modul kamera ultrawide standar

Smartphone yang Menggunakan HP5:

  • vivo V60e, Y500 Pro
  • iQOO Z11 Turbo
  • OPPO Reno 15 series (termasuk Pro & Pro Max)
  • realme GT 8 Pro, realme 16 Pro/Pro+

HP5 menjadi pilihan aman bagi merek yang ingin menawarkan angka 200MP tanpa biaya R&D tinggi. Di kelas mid-range, ia biasanya dipasangkan dengan kamera ultrawide sederhana. Di flagship, ia didukung lensa telefoto dan sistem pemrosesan gambar canggih.

2. Samsung HPB: Sensor Kustom Eksklusif untuk vivo

Berbeda dari HP5 yang terbuka untuk semua, Samsung HPB adalah sensor kustom berbasis ISOCELL HP9 yang dikembangkan khusus untuk vivo. Sensor ini menandai kemitraan strategis antara dua raksasa teknologi Asia.

Ciri Khas HPB:

  • Dirancang untuk performa imaging kelas atas
  • Digunakan baik sebagai kamera utama maupun periskop telefoto
  • Eksklusivitas tinggi tidak dijual ke merek lain

Smartphone yang Menggunakan HPB:

  • vivo X300
  • vivo X300 Pro
  • vivo X300 Ultra (dalam rumor)
  • vivo X300s (dalam rumor)

Strategi ini memungkinkan vivo membedakan kualitas fotonya dari kompetitor yang menggunakan sensor “pasaran”. HPB tidak hanya soal resolusi tapi juga optimisasi algoritma, kalibrasi warna, dan integrasi AI yang disesuaikan dengan software vivo.

3. OmniVision OV52A: Sensor Efisien untuk Mid-Range

OmniVision, meski kurang dikenal publik, adalah pemasok kunci bagi banyak merek Tiongkok. OV52A adalah jawaban mereka untuk permintaan sensor 200MP hemat daya.

Spesifikasi Teknis:

  • Proses manufaktur: 40nm
  • Ukuran sensor: 1/2,8 inci

Tanpa teknologi AON → konsumsi daya lebih rendah dari sensor 50MP flagship seperti OV50Q
Meski ukurannya kecil, OV52A menawarkan efisiensi luar biasa, menjadikannya ideal untuk smartphone mid-range yang ingin tetap tahan lama meski kamera aktif terus-menerus.

Penggunaan Potensial:

  • OPPO Find X9 Ultra (sebagai kamera periskop telefoto)
  • HUAWEI Pura 90 (masih dalam tahap pengujian A/B testing)

Menariknya, HUAWEI sedang membandingkan OV52A dengan SmartSens SCC80XS (proses 22nm). Meski ukuran sama, SmartSens menawarkan parameter hardware lebih tinggi tapi dengan konsumsi daya yang mungkin lebih besar.

4. Sony LYT-901: Senjata Flagship Premium untuk Fotografi Profesional

Sony tidak main-main. LYT-901 adalah sensor 200MP kelas atas yang ditujukan untuk smartphone flagship premium dengan ambisi fotografi profesional.

Fitur Unggulan:

  • Ukuran sensor besar: 1/1.12 inci
  • Piksel: 0,7µm
  • Arsitektur: Stacked CMOS

Teknologi:

  • Quad-Quad Bayer Coding
  • All-pixel autofocus
  • On-sensor AI remosaicing
  • Zoom in-sensor hingga 4× tanpa kehilangan detail

Sensor ini memungkinkan zoom digital berkualitas tinggi tanpa bergantung pada lensa telefoto fisik ideal untuk desain smartphone tipis.

Smartphone yang Dirumorkan Menggunakan LYT-901:

  • OPPO Find X9 Ultra (sebagai kamera utama)
  • vivo X300 Ultra (kombinasi LYT-901 + HPB untuk dual-primary setup)
  • LYT-901 adalah bukti bahwa Sony tetap unggul dalam integrasi hardware-software-AI untuk fotografi mobile.

5. Samsung HP2 & HP3: Sensor Lama yang Mulai Tergeser

Meski masih ada di pasaran, ISOCELL HP2 dan HP3 mulai ditinggalkan pada 2026 karena hadirnya solusi lebih efisien seperti HP5 dan HPE.

Perangkat yang Masih Menggunakannya:

  • Samsung Galaxy Z TriFold (HP2)
  • HONOR 500 / 500 Pro / Magic 8 Pro (HP3 atau varian)

Namun, Samsung HPE varian turunan dari HP3 masih relevan. Sensor ini digunakan pada:

  • Xiaomi 17 Ultra
  • Redmi Note 15 Pro/Pro+ (versi global)

Catatan menarik: Redmi Note 15 Pro versi China menggunakan kamera 50MP, sementara versi global pakai 200MP HPE. Ini menunjukkan strategi segmentasi pasar: konsumen Barat lebih tertarik angka besar, sementara pasar Tiongkok lebih fokus pada kualitas per piksel.

Tren 2026: Resolusi Tinggi Bukan Lagi Gimmick

Yang membedakan tren 2026 dari tahun-tahun sebelumnya adalah matangnya ekosistem pendukung:

  • AI on-sensor mempercepat pemrosesan gambar
  • Zoom in-sensor mengurangi ketergantungan pada lensa tambahan
  • Efisiensi daya memungkinkan penggunaan sehari-hari tanpa boros baterai
  • Fleksibilitas harga membuat teknologi ini menyebar ke semua segmen

Hasilnya? Kualitas fotografi smartphone semakin merata. Pengguna mid-range kini bisa mendapatkan detail yang dulu hanya dimiliki flagship dan itu adalah kemenangan besar bagi konsumen.

Kesimpulan: 2026, Tahun di Mana Setiap Pixel Punya Makna

Sensor kamera 200MP di 2026 bukan tentang angka besar tapi tentang bagaimana setiap pixel digunakan secara cerdas. Dari HP5 yang demokratis, HPB yang eksklusif, OV52A yang hemat daya, hingga LYT-901 yang revolusioner, setiap sensor melayani kebutuhan berbeda.

Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan, lebih baik kualitas, dan harga yang lebih terjangkau. Dan bagi industri, 2026 adalah bukti bahwa fotografi mobile telah matang menjadi disiplin teknik penuh bukan sekadar fitur marketing.

Satu hal pasti: era baru fotografi smartphone telah dimulai.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget