Lonjakan Besar: 65% Perusahaan Jasa Keuangan Adopsi AI
- Istimewa
- 65% perusahaan jasa keuangan kini aktif menggunakan AI, naik drastis dari 45% tahun lalu.
- Generative AI mencatatkan lonjakan adopsi tertinggi, mencapai kenaikan 52%.
- AI terbukti meningkatkan pendapatan lebih dari 5% bagi 64% perusahaan yang menggunakannya.
Industri jasa keuangan global secara agresif mempercepat adopsi AI jasa keuangan sebagai pilar utama strategi bisnis mereka. Survei terbaru dari NVIDIA menunjukkan peningkatan signifikan. Faktanya, 65% perusahaan di sektor finansial kini aktif menggunakan kecerdasan buatan. Angka ini melonjak tajam dari hanya 45% pada periode survei tahun sebelumnya.
Terlihat lonjakan masif terutama pada pemanfaatan Generative AI. Adopsi teknologi ini meningkat 52% dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 61% responden menyatakan mereka sudah menggunakan atau sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap Generative AI. Selain itu, perusahaan mulai melirik AI agents. 42% perusahaan sedang mengeksplorasi penerapannya, dan 21% bahkan sudah berhasil mengimplementasikannya.
AI Mendorong Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi Operasional
Penerapan Adopsi AI Jasa Keuangan memberikan dampak nyata pada kinerja finansial. Ini bukan sekadar alat efisiensi, tetapi mesin pertumbuhan pendapatan.
Sebanyak 64% perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan tahunan lebih dari 5% berkat penggunaan AI. Bahkan, 29% di antaranya mencatat kenaikan pendapatan mencapai angka di atas 10%. Dari sisi manajemen biaya, hasilnya juga impresif. 61% responden menyebutkan adanya penurunan pengeluaran lebih dari 5%. Sebanyak 25% berhasil menekan biaya operasional hingga di atas 10%.
Efek Domino Pada Produktivitas Karyawan
Efisiensi operasional meningkat pada 52% perusahaan yang disurvei. Sementara itu, 48% menilai produktivitas karyawan terdongkrak signifikan berkat sistem AI.
Kasus penggunaan AI yang paling memberikan keuntungan finansial mencakup beberapa area krusial. Ini termasuk deteksi penipuan yang semakin canggih, manajemen risiko yang lebih akurat, perdagangan algoritmik berkecepatan tinggi, pemrosesan dokumen otomatis, serta interaksi pelanggan yang lebih personal.
Kekuatan Open Source dan Data Proprietary
Model pengembangan open source telah muncul sebagai faktor strategis vital di sektor finansial. Sebanyak 84% responden menilai model dan perangkat lunak open source sangat penting untuk strategi AI mereka.
Perusahaan dapat menyesuaikan kecerdasan buatan terhadap data keuangan internal mereka menggunakan open source. Langkah ini bertujuan menghindari ketergantungan penuh pada vendor teknologi tertentu. Para ahli menegaskan bahwa kombinasi model open source dengan data proprietary internal akan menjadi kunci diferensiasi produk di pasar. Data proprietary adalah aset strategis. Institusi menggunakannya untuk melatih dan menyesuaikan model AI. Hasilnya, produk menjadi lebih relevan dan sangat kompetitif.
Arah Investasi Masa Depan Sektor Finansial
Hampir seluruh institusi keuangan berencana meningkatkan atau setidaknya mempertahankan anggaran AI pada tahun mendatang. Mereka memprioritaskan beberapa fokus investasi utama.
Fokus ini meliputi optimalisasi workflow AI yang sudah ada dan ekspansi kasus penggunaan baru. Perusahaan juga berinvestasi besar pada pembangunan infrastruktur AI, baik melalui layanan cloud maupun secara on-premises. Secara mengejutkan, 22% perusahaan menyatakan mereka akan mulai menerapkan AI agents dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Keunggulan Kompetitif di Era Digital Jasa Keuangan
Arah investasi ini mempertegas fakta bahwa adopsi AI jasa keuangan bukan lagi sekadar tren. AI kini menjadi fondasi utama untuk menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang. Perusahaan yang sukses memanfaatkan Generative AI dan mengombinasikannya dengan aset data unik mereka akan mendominasi pasar. Mereka secara efektif mengubah data internal menjadi produk yang lebih cerdas dan layanan yang lebih cepat. Strategi ini memastikan industri finansial siap menghadapi disrupsi teknologi di masa depan.