6.747 BTS BAKTI Aktif 2025: Fokus Infrastruktur Digital Papua

6.747 BTS BAKTI Aktif 2025: Fokus Infrastruktur Digital Papua
Sumber :
  • Istimewa

Khusus untuk wilayah yang belum layak secara ekonomi bagi pembangunan jaringan serat optik, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi alternatif. Salah satu solusi kuncinya adalah layanan broadband wireless access (BWA).

iQOO Z10R 5G Resmi Pre-Order, Ponsel Mid-Range Rp3 Jutaan dengan Fitur Premium

Wayan Toni menjelaskan, BWA diposisikan sebagai solusi sementara. Teknologi ini berfungsi mempercepat penyediaan akses internet terjangkau. Meskipun demikian, pemerintah tetap membuka peluang pembangunan infrastruktur serat optik di masa depan.

Lelang Spektrum Frekuensi: Akselerasi Mobile Broadband Nasional

iQOO Z10R 5G vs Z10 Lite: Beda 1 Jutaan, Mana yang Lebih Worth It di 2025?

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan krusial berupa pelepasan spektrum frekuensi. Langkah strategis ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas jaringan nasional secara menyeluruh.

Selain BWA, Komdigi merencanakan lelang pita spektrum frekuensi radio. Wayan Toni menyebutkan lelang kebita 700 MHz direncanakan terlaksana pada tahun 2026. Spektrum ini krusial untuk memperluas jangkauan mobile broadband dan mendukung pengembangan layanan 5G.

Oppo A79 5G: Desain Mewah, Kinerja Ngebut, Harga Bikin Tergoda

Spektrum 700 MHz sangat penting, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis berat. Data Komdigi menunjukkan bahwa hingga 2025, jangkauan mobile broadband telah mencapai 98,95% berdasarkan data populasi.

Selanjutnya, pemerintah berencana melelang pita frekuensi 2,6 GHz. Tujuan lelang ini adalah meningkatkan kapasitas dan kecepatan mobile broadband. Upaya ini mendukung target ambisius kecepatan unduh hingga 100 Mbps pada 2029. Pada 2025, rata-rata kecepatan unduh mobile broadband tercatat sebesar 63,51 Mbps.

Proyeksi Peningkatan Kapasitas Jaringan dan Dampaknya

Peningkatan kapasitas jaringan menjadi kebutuhan mendesak yang terus didorong secara bertahap oleh pemerintah. Wayan Toni menekankan pentingnya sinergi dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Terkait pembangunan BTS di daerah, Komdigi memastikan proses penentuan lokasi melibatkan koordinasi erat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator seluler bekerja sama. Proses ini dilanjutkan dengan survei lapangan bersama operator.

Penguatan Infrastruktur Digital BAKTI dan kebijakan spektrum yang progresif ini diharapkan mampu menutup kesenjangan digital di Indonesia. Pemerataan akses akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat 3T serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.