BRIN: Angin Utara Kuat, Hujan Lebat Jabodetabek Meningkat Lagi
- Istimewa
BRIN juga membedakan dua jenis utama angin kencang. Pertama, angin kencang yang terjadi tanpa disertai hujan. Kedua, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan.
Angin kencang tanpa hujan seringkali berkaitan dengan fenomena angin darat–laut. Aktivitas konvektif atau badai di laut memicu kondisi ini. Fenomena tersebut kemudian memengaruhi munculnya angin kencang di daratan, khususnya area pesisir. Sementara itu, angin kencang yang disertai hujan biasanya berasal dari awan cumulonimbus atau awan badai.
Peringatan Dini BMKG: Ancaman Banjir Rob di Pesisir Nasional
Selain peringatan hujan lebat dari BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan cuaca bahari. BMKG mencatat adanya fenomena fase perigee yang terjadi pada 30 Januari 2026. Perigee adalah posisi ketika bulan berada paling dekat dengan bumi.
Fenomena ini, ditambah dengan fase bulan purnama pada 2 Februari 2026, berpotensi signifikan meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
Berdasarkan pantauan data air dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi tinggi terjadi di sedikitnya 22 wilayah pesisir Indonesia. Potensi banjir rob ini berisiko mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Dampak utamanya termasuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat di pesisir Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua harus meningkatkan kesiapan menghadapi gelombang pasang.