BRIN: Angin Utara Kuat, Hujan Lebat Jabodetabek Meningkat Lagi

BRIN: Angin Utara Kuat, Hujan Lebat Jabodetabek Meningkat Lagi
Sumber :
  • Istimewa

BRIN juga membedakan dua jenis utama angin kencang. Pertama, angin kencang yang terjadi tanpa disertai hujan. Kedua, angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan.

Bibit Siklon 93S Akan Jadi Siklon Aktif 21 Desember, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem!

Angin kencang tanpa hujan seringkali berkaitan dengan fenomena angin darat–laut. Aktivitas konvektif atau badai di laut memicu kondisi ini. Fenomena tersebut kemudian memengaruhi munculnya angin kencang di daratan, khususnya area pesisir. Sementara itu, angin kencang yang disertai hujan biasanya berasal dari awan cumulonimbus atau awan badai.

Peringatan Dini BMKG: Ancaman Banjir Rob di Pesisir Nasional

Jangan Panik! Begini Langkah Tepat Mengatasi Mobil yang Terendam Banjir

Selain peringatan hujan lebat dari BRIN, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan cuaca bahari. BMKG mencatat adanya fenomena fase perigee yang terjadi pada 30 Januari 2026. Perigee adalah posisi ketika bulan berada paling dekat dengan bumi.

Fenomena ini, ditambah dengan fase bulan purnama pada 2 Februari 2026, berpotensi signifikan meningkatkan ketinggian maksimum air laut.

Link Video Detik-Detik Banjir Terjang Sumatra: Arus Deras Sapu Rumah, Mobil, dan Infrastruktur

Berdasarkan pantauan data air dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi tinggi terjadi di sedikitnya 22 wilayah pesisir Indonesia. Potensi banjir rob ini berisiko mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.

Dampak utamanya termasuk aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat. Masyarakat di pesisir Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua harus meningkatkan kesiapan menghadapi gelombang pasang.