Solusi Digital Selamatkan Warisan Dunia: Pemulihan Jalur Kereta Sawahlunto
- FARO
Perangkat ini juga didukung fitur foto resolusi tinggi dan baterai tahan lama. Standar perlindungan IP54 dan laser Class 1 (aman bagi mata) memastikan penggunaan optimal di berbagai kondisi lapangan.
Perusahaan menyediakan berbagai varian FARO Focus 3D sesuai kebutuhan. Varian tersebut meliputi FARO Focus Core (jangkauan hingga 100 meter), FARO Focus Premium (jangkauan hingga 200 meter), dan FARO Focus Premium Max (jangkauan hingga 400 meter).
Upaya implementasi dokumentasi digital Jalur Kereta Sawahlunto telah dilaksanakan. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat mendapat dukungan penuh secara teknis dan operasional di lapangan dari PT Datascrip.
Dampak Kolaborasi dan Masa Depan Pelestarian Budaya
Arief Santoso Setiawan, Marketing Executive PT Datascrip, menekankan peran data presisi dalam pelestarian warisan budaya. Menurutnya, FARO Focus 3D memungkinkan penentuan kondisi situs sejarah secara nyata. Dengan begitu, proses restorasi dapat dirancang lebih terukur dan nilai sejarahnya tetap lestari.
Data hasil pemindaian ini akan menjadi fondasi utama. Pihak Balai Pelestarian akan menggunakannya untuk penyusunan rencana revitalisasi dan restorasi. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen menjaga Warisan Dunia UNESCO di Sumatera Barat.
Sebelumnya, teknologi FARO telah digunakan untuk mendukung digitalisasi aset warisan budaya di Jawa Tengah. Contoh implementasi mencakup kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, serta koleksi museum. Penerapan teknologi ini menunjukkan peran krusial dalam menjaga keutuhan warisan budaya nasional. Indonesia harus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana di masa depan.