Solusi Digital Selamatkan Warisan Dunia: Pemulihan Jalur Kereta Sawahlunto

Solusi Digital Selamatkan Warisan Dunia: Pemulihan Jalur Kereta Sawahlunto
Sumber :
  • FARO

Bibit Siklon 93S Akan Jadi Siklon Aktif 21 Desember, Waspada Dampak Cuaca Ekstrem!
  • Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto (Warisan Dunia UNESCO) rusak parah akibat banjir bandang akhir 2025.
  • PT Datascrip menyediakan solusi teknologi pemindaian laser FARO Focus 3D untuk dokumentasi digital presisi.
  • Data pemindaian 3D ini menjadi fondasi vital bagi Balai Pelestarian Kebudayaan dalam menyusun rencana revitalisasi situs sejarah.

Wilayah Anda Masuk? BMKG Sebut Daerah Ini Rawan Hujan Ekstrem Pada 7–13 November!

Intensitas cuaca ekstrem memberikan dampak signifikan terhadap infrastruktur budaya. Saat ini, salah satu situs bersejarah yang krusial, Jalur Kereta Api Batu Bara Teluk Bayur–Sawahlunto di Sumatera Barat, menghadapi ancaman kerusakan serius. Lintasan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 2019 ini mengalami penurunan kondisi struktur.

Pergeseran tanah dan luapan air imbas banjir bandang akhir 2025 menjadi penyebab utamanya. Menanggapi kondisi darurat pelestarian, PT Datascrip segera hadir menawarkan solusi dokumentasi digital Jalur Kereta Sawahlunto yang sangat presisi. Langkah ini bertujuan menciptakan fondasi akurat untuk pemulihan pascabencana.

Masjid Al Aqsa Terancam Ambruk! Terowongan Rahasia Israel Sudah 550 Meter

Urgensi Pemulihan Infrastruktur Warisan Dunia

Jalur kereta api sepanjang kurang lebih 155 kilometer ini merupakan aset budaya penting. Pembangunannya dimulai sejak tahun 1891, melintasi perbukitan terjal, dan mencakup Terowongan Lubang Kalam yang ikonik.

Nilai sejarah dan rekayasa perkeretaapian kolonial pada lintasan ini sangat tinggi. Kerusakan akibat cuaca ekstrem tentu mengancam keutuhan warisan dunia tersebut.

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat membutuhkan data kondisi aktual yang cepat dan detail. Dokumentasi akurat dan presisi diperlukan untuk mendukung perencanaan revitalisasi dan restorasi yang terukur.

Teknologi Presisi untuk Restorasi Aset Sejarah

PT Datascrip menanggapi tantangan ini dengan menghadirkan solusi pemindaian canggih. Solusi yang ditawarkan adalah FARO Focus 3D Laser Scanner, sebuah perangkat pemindaian presisi tinggi.

Teknologi ini mampu merekam kondisi bangunan dan infrastruktur secara cepat, detail, dan akurat. Hasilnya berupa representasi digital tiga dimensi (3D) yang secara nyata menggambarkan kondisi situs bersejarah.

Data digital ini vital fungsinya. Ini membantu tim konservasi, perencana teknis, dan pihak pelestari budaya menentukan langkah pemulihan yang tepat dan terukur.

Keunggulan Pemindaian Laser 3D

FARO Focus 3D dirancang untuk lingkungan lapangan yang tangguh. Perangkat ini memiliki kemampuan menangkap jutaan titik data per detik. Tingkat akurasinya mencapai 1–2 milimeter.

Perangkat ini juga didukung fitur foto resolusi tinggi dan baterai tahan lama. Standar perlindungan IP54 dan laser Class 1 (aman bagi mata) memastikan penggunaan optimal di berbagai kondisi lapangan.

Perusahaan menyediakan berbagai varian FARO Focus 3D sesuai kebutuhan. Varian tersebut meliputi FARO Focus Core (jangkauan hingga 100 meter), FARO Focus Premium (jangkauan hingga 200 meter), dan FARO Focus Premium Max (jangkauan hingga 400 meter).

Upaya implementasi dokumentasi digital Jalur Kereta Sawahlunto telah dilaksanakan. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumatera Barat mendapat dukungan penuh secara teknis dan operasional di lapangan dari PT Datascrip.

Dampak Kolaborasi dan Masa Depan Pelestarian Budaya

Arief Santoso Setiawan, Marketing Executive PT Datascrip, menekankan peran data presisi dalam pelestarian warisan budaya. Menurutnya, FARO Focus 3D memungkinkan penentuan kondisi situs sejarah secara nyata. Dengan begitu, proses restorasi dapat dirancang lebih terukur dan nilai sejarahnya tetap lestari.

Data hasil pemindaian ini akan menjadi fondasi utama. Pihak Balai Pelestarian akan menggunakannya untuk penyusunan rencana revitalisasi dan restorasi. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen menjaga Warisan Dunia UNESCO di Sumatera Barat.

Sebelumnya, teknologi FARO telah digunakan untuk mendukung digitalisasi aset warisan budaya di Jawa Tengah. Contoh implementasi mencakup kawasan Candi Prambanan, Candi Sewu, serta koleksi museum. Penerapan teknologi ini menunjukkan peran krusial dalam menjaga keutuhan warisan budaya nasional. Indonesia harus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana di masa depan.