Bonus Hari Raya Ojol 2026 Stagnan, Celios: Siap-siap Protes
- Istimewa
Risiko Gejolak Protes Driver Ojol Terulang
Celios memproyeksikan pola lama pemberian Bonus Hari Raya Ojol ini justru berisiko tinggi memicu protes. Driver ojol yang hanya menerima BHR di bawah ekspektasi akan merasa dirugikan.
"Saya memprediksi ketidakpuasan terhadap BHR ini pasti terjadi," ujar Huda. Jika skema nominal terendah—misalnya Rp50.000—terulang, gelombang pengaduan dari pengemudi pasti muncul kembali.
Ketidakpuasan ini sering kali dipicu oleh perbedaan nominal yang terlalu jomplang antar pengemudi. Driver yang memiliki performa tinggi mungkin menerima BHR maksimal. Sebaliknya, mayoritas driver yang kinerjanya reguler hanya menerima BHR nominal terendah.
Proyeksi Skema Bonus Hari Raya Ojol ke Depan
Perdebatan mengenai skema BHR untuk driver ojol tahun 2026 memang masih berlanjut. Meskipun Kemnaker tengah menyusun kerangka aturan, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa platform besar sulit mengubah besaran insentif secara drastis.
Kritik utama Celios tertuju pada sifat kebijakan yang hanya menanggapi isu jangka pendek, bukan memberikan solusi kesejahteraan jangka panjang bagi mitra pengemudi. Untuk meredam protes, pemerintah dan platform aplikator harus menyusun kriteria yang lebih transparan dan memberikan nominal Bonus Hari Raya Ojol yang dirasa adil oleh mayoritas pengemudi, bukan hanya segelintir yang berkinerja terbaik.