Ancaman Baru Agen AI Otonom: Strategi Keamanan Siber Wajib Diterapkan

Ancaman Baru Agen AI Otonom: Strategi Keamanan Siber Wajib Diterapkan
Sumber :
  • Istimewa

Aspek rantai pasok perangkat lunak tidak boleh terabaikan. Batasi penggunaan model dan alat AI hanya pada sumber-sumber tepercaya. Sumber tersebut harus menyediakan dokumentasi software bill of materials (SBOM) yang jelas.

Tech Data dan Sangfor Perkuat Solusi Keamanan Siber di RI

DevSecOps dan Enkripsi Komunikasi

Setiap kode yang dihasilkan oleh agen AI harus melalui analisis statis dan dinamis sebelum dijalankan. Proses ini selaras dengan praktik DevSecOps modern. Selain itu, organisasi harus mengamankan komunikasi antar agen. Pastikan otentikasi dan enkripsi timbal balik diterapkan di semua saluran. Gunakan tanda tangan digital untuk memverifikasi integritas setiap pesan yang dipertukarkan.

Viral "Eva Nurasyifa Sultan Malaysia"? Ini Fakta Mengejutkan di Balik Hoaks yang Merajalela

Analisis Akhir dan Respon Cepat Terhadap Ancaman

Di tengah meningkatnya risiko agen AI otonom, organisasi perlu menemukan mekanisme respons cepat. Penting untuk segera mengunci agen atau alat tertentu begitu perilaku anomali terdeteksi. Sistem visual dan peringatan tingkat kepercayaan juga harus digunakan. Ini bertujuan mengurangi risiko pengguna manusia terlalu memercayai hasil atau tindakan yang dilakukan oleh AI tanpa verifikasi yang memadai.

6 Syarat Wajib Amankan Data: Registrasi SIM Biometrik Diuji

Pendekatan proaktif dan berlapis adalah kunci untuk mengelola risiko keamanan siber yang dibawa oleh gelombang AI otonom ini. CIO dan CISO harus menjadikan mitigasi berbasis Zero Trust sebagai prioritas strategis utama.