Linux di Galaxy S26 Ultra? Samsung Akhirnya Ikuti Jejak Google Pixel!

Linux di Galaxy S26 Ultra? Samsung Akhirnya Ikuti Jejak Google Pixel!
Sumber :
  • Android Authority

Gadget – Dalam terobosan yang ditunggu-tunggu komunitas pengembang, Samsung dikabarkan akan membawa dukungan Linux Terminal penuh ke Galaxy S26 Ultra. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi perangkat lunak Samsung, yang selama ini tertinggal dari Google dalam menyediakan lingkungan pengembangan tingkat lanjut langsung di perangkat mobile.

Samsung Naikkan Harga S26 Ultra-Tapi Janji AI & Kamera Baru yang Bikin Ngiler

Menurut laporan eksklusif dari Android Authority, file log internal Galaxy S26 Ultra telah mengonfirmasi keberadaan Android Virtualization Framework (AVF) teknologi inti yang memungkinkan eksekusi sistem operasi ringan seperti Linux secara lokal di perangkat Android. Ini adalah fondasi yang sama digunakan Google pada seri Pixel sejak tahun lalu.

Artikel ini mengupas apa arti fitur ini bagi pengguna, bagaimana cara kerjanya, perangkat mana yang mungkin mendapatkannya, dan implikasi strategis bagi masa depan ekosistem Samsung.

Update Harga Samsung S25 Series dan Z Fold 7 Februari 2026

Apa Itu Linux Terminal di Smartphone?

Linux Terminal pada smartphone memungkinkan pengguna menjalankan lingkungan Linux penuh termasuk shell, compiler, server, dan alat pengembangan langsung di perangkat mereka, tanpa emulator pihak ketiga atau koneksi remote ke server eksternal.

Ulasan Lengkap Samsung Galaxy Tab S11 Ultra 5G, Tablet Premium Layar Besar

Fitur ini sangat berguna bagi:

  • Developer mobile & web yang ingin coding di mana saja
  • Peneliti keamanan (ethical hackers) yang butuh akses ke tool CLI
  • Siswa ilmu komputer yang belajar sistem operasi atau jaringan
  • Profesional IT yang membutuhkan akses cepat ke lingkungan Unix-like

Google pertama kali memperkenalkan fitur ini di Pixel dengan Android 14, memanfaatkan AVF untuk mengisolasi lingkungan Linux dalam virtual machine aman yang tidak mengganggu sistem utama.

Mengapa Samsung Belum Mendukung Linux Sebelumnya?

Meski hardware Galaxy terutama seri Ultra sudah sangat mumpuni, kendala utamanya bersifat perangkat lunak.
Hingga kini, versi stabil terbaru antarmuka Samsung, One UI 8.0, masih berbasis Android 16 (versi awal), yang tidak menyertakan Android Virtualization Framework. Tanpa AVF, tidak mungkin menjalankan Linux secara native dan aman.

Namun, situasi berubah dengan rilis Android 16 QPR2 (Quarterly Platform Release 2), yang akhirnya mengintegrasikan AVF ke inti sistem Android. Dan Samsung, lewat One UI 8.5, telah mengadopsi versi OS ini membuka pintu bagi fitur-fitur canggih seperti Linux Terminal.

Bukti Teknis: File Log Galaxy S26 Ultra Sebut AVF

Android Authority melaporkan bahwa mereka telah menganalisis file log pengembangan internal Galaxy S26 Ultra. Di dalamnya, terdapat referensi eksplisit ke Android Virtualization Framework, lengkap dengan modul pendukung untuk virtualisasi ringan.

Temuan ini bukan sekadar spekulasi melainkan indikasi kuat bahwa:

  • Samsung sedang menguji integrasi AVF
  • Linux Terminal kemungkinan besar akan hadir sebagai fitur resmi
  • Implementasinya mirip dengan pendekatan Google di Pixel

Ini juga menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya mengadopsi AVF untuk kompatibilitas, tapi secara aktif membangun pengalaman pengguna di atasnya.

Kapan Rilis? One UI 8.5 Meluncur 25 Februari 2025

Samsung dijadwalkan meluncurkan Galaxy S26 series secara resmi pada 25 Februari 2025, bersamaan dengan debut global One UI 8.5 berbasis Android 16 QPR2.

Setelah peluncuran, pembaruan tersebut akan digulirkan ke perangkat yang memenuhi syarat, termasuk:

  • Galaxy S25 series
  • Galaxy Z Fold 7
  • Galaxy Z TriFold
  • Mungkin juga Galaxy S24 series (tergantung kebijakan Samsung)

Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah Linux Terminal akan tersedia di semua perangkat One UI 8.5, atau hanya eksklusif untuk Galaxy S26 Ultra.

Apakah Perangkat Lama Akan Mendapat Fitur Ini?

Pertanyaan krusial: akankah Galaxy S25 Ultra atau Fold 7 juga dapat Linux Terminal?
Secara teknis, ya. Perangkat tersebut memiliki:

  • Chipset Snapdragon 8 Gen 3/4 atau Exynos setara
  • RAM minimal 12 GB
  • Arsitektur ARM64 yang kompatibel dengan AVF

Namun, keputusan akhir tergantung pada strategi Samsung. Jika mereka ingin menjadikan Linux Terminal sebagai fitur premium eksklusif S26, maka perangkat lama mungkin tidak kebagian. Tapi jika ini bagian dari visi developer-friendly jangka panjang, kemungkinan besar fitur ini akan diperluas.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna dengan Linux di Galaxy S26 Ultra?

Jika fitur ini benar-benar hadir, pengguna bisa:

  • Menjalankan server web lokal (Apache, Nginx)
  • Menggunakan compiler GCC, Python, Node.js, Rust
  • Mengakses SSH ke server remote dengan klien penuh
  • Menjalankan tools jaringan seperti nmap, tcpdump
  • Bahkan menginstal desktop environment ringan seperti LXDE via VNC

Semua ini berjalan di dalam sandbox aman, tanpa root atau modifikasi sistem menjaga keamanan dan garansi perangkat.

Implikasi Strategis: Samsung Serius Garap Pasar Developer

Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung mulai serius menargetkan komunitas pengembang, yang selama ini lebih condong ke Pixel atau bahkan iPhone (via Shortcuts + SSH).

Dengan Linux Terminal, Samsung bisa:

  • Menarik developer enterprise
  • Memperkuat posisi Galaxy sebagai perangkat produktivitas
  • Bersaing langsung dengan Google dalam ekosistem developer Android

Ini juga selaras dengan tren convergence device smartphone yang bisa menggantikan laptop untuk tugas tertentu.

Kesimpulan: Era Baru Produktivitas Mobile Dimulai

Galaxy S26 Ultra berpotensi menjadi smartphone Samsung pertama yang benar-benar siap untuk pengembangan profesional. Dukungan Linux Terminal bukan sekadar gimmick melainkan transformasi fungsional yang membuka pintu bagi ribuan skenario penggunaan baru.

Bagi developer, pelajar, atau tech enthusiast, ini adalah kabar gembira. Dan bagi Samsung, ini adalah sinyal kuat bahwa mereka tidak hanya ingin menjual perangkat tapi membangun ekosistem yang mendukung inovasi dari ujung ke ujung.

Tunggu peluncurannya pada 25 Februari 2025 karena mungkin, untuk pertama kalinya, Anda bisa membawa seluruh workstation Linux di saku Anda.

Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di :
Instagram@gadgetvivacoid
FacebookGadget VIVA.co.id
X (Twitter)@gadgetvivacoid
Whatsapp ChannelGadget VIVA
Google NewsGadget