Snow Moon Malam Ini: Jangan Lewatkan Fenomena Bulan Salju
- Istimewa
- Bulan Purnama Snow Moon mencapai puncak iluminasi 100% pada 1 Februari malam (2 Februari dini hari WIB).
- Penamaan Snow Moon merujuk pada intensitas hujan salju lebat yang umum terjadi pada periode ini.
- Bulan Salju akan tampak oranye kekuningan saat terbit akibat efek optik Hamburan Rayleigh.
- Ini adalah waktu terbaik mengamati fitur permukaan bulan seperti sinar ejekta.
Langit malam siap menyajikan tontonan spektakuler. Jangan sampai Anda melewatkan puncak kemunculan Bulan Purnama Snow Moon malam ini. Fenomena astronomi yang dikenal juga sebagai Bulan Salju ini akan mencapai iluminasi penuh 100%.
Peristiwa langka ini terjadi ketika Bulan berada persis berlawanan dengan Matahari di langit Bumi. Puncak iluminasi tercapai tepat pukul 17.09 EST, atau sekitar dini hari tanggal 2 Februari waktu Indonesia. Para pengamat langit wajib mempersiapkan diri melihat piringan bulan yang tampak memukau, terlepas dari lokasi geografis Anda.
Mengapa Dinamakan Bulan Purnama Snow Moon?
Penamaan Bulan Purnama Snow Moon ternyata sarat sejarah dan konteks lingkungan. Nama unik ini merujuk pada intensitas hujan salju yang biasanya terjadi masif pada waktu ini setiap tahunnya di belahan bumi utara.
Berdasarkan catatan Old Farmer's Almanac, bulan ini juga memiliki julukan lain. Beberapa suku asli Amerika menyebutnya sebagai "Bulan Beruang". Nama tersebut mencerminkan periode kelahiran anak beruang yang terjadi saat musim dingin. Selain itu, bulan ini sering disebut "Bulan Kelaparan". Julukan ini menggambarkan kesulitan mencari makanan selama puncak musim dingin yang sangat sulit.
Analisis Ilmiah di Balik Rona Oranye
Saat Anda menyaksikan Bulan Salju muncul pertama kali di cakrawala timur, Anda mungkin melihat warnanya tidak keperakan. Sebaliknya, ia memiliki rona kuning-oranye yang khas sebelum melayang tinggi dan kembali bersinar keperakan.
Para ilmuwan menyebut ini sebagai efek optik murni. Efek visual ini terjadi karena sebuah proses ilmiah bernama Hamburan Rayleigh.
Peran Atmosfer Bumi
Atmosfer Bumi berperan sebagai filter alami. Ia membelokkan panjang gelombang biru dari cahaya bulan. Sebaliknya, panjang gelombang merah yang lebih panjang diizinkan untuk melewatinya tanpa hambatan. Hal inilah yang membuat piringan bulan tampak berwarna kemerahan saat posisinya masih dekat dengan horison.