Moto G17 Dikritik Keras: Hanya Dapat 2 Tahun Dukungan Software
- Istimewa
Hal ini membantu perusahaan memangkas biaya operasional, meskipun bertentangan dengan semangat keberlanjutan produk.
Perbandingan Ekstrem dengan Rival Budget
Meskipun kebijakan dukungan software Moto G17 secara teknis memenuhi undang-undang, pendekatan ini jelas tidak disukai oleh kritikus. Pesaing di segmen ponsel budget kini menawarkan jauh lebih banyak.
Ambil contoh Samsung Galaxy A17. Samsung menjanjikan hingga enam kali pembaruan versi Android untuk perangkatnya. Sementara itu, lini Redmi Note 15 dari Xiaomi menawarkan janji dukungan pembaruan OS selama empat tahun penuh.
Dengan harga sekitar £150 (sekitar Rp3 juta), Moto G17 menawarkan spesifikasi dasar yang layak, seperti layar besar, perlindungan IP64, dan kamera utama 50MP. Tetapi, pembeli harus menerima kenyataan dukungan jangka panjang yang sangat minim.
Masa Depan Pasar Smartphone Budget dan Standar Dukungan
Rollout Moto G17 di pasar EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) menyoroti perpecahan yang makin tajam di segmen harga terjangkau. Beberapa merek kini menganggap dukungan perangkat lunak jangka panjang sebagai standar wajib industri.
Sebaliknya, ada produsen yang masih memperlakukan pembaruan OS signifikan sebagai pilihan opsional yang dapat dihilangkan. Konsumen kini dituntut untuk menimbang dengan saksama antara harga awal yang murah dan masa pakai perangkat yang singkat. Hal ini menjadikan dukungan software Moto G17 sebagai titik lemah utama di tengah persaingan ketat pasar ponsel budget global.