Dimensity 9400 vs Snapdragon 8 Gen 5: Siapa Chipset 3nm Tercepat?
- Istimewa
- Snapdragon 8 Gen 5 mencatatkan keunggulan performa hingga 9% dalam skor multi-core Geekbench dibandingkan pesaingnya.
- Kedua chipset menggunakan teknologi fabrikasi 3nm TSMC, namun Snapdragon memakai node N3P yang lebih efisien.
- Dimensity 9400 mengusung desain CPU all-big-core (1+3+4), sementara Snapdragon 8 Gen 5 menggunakan arsitektur Oryon 2+6 yang terintegrasi.
- Modem Snapdragon X50 menawarkan kecepatan unduh puncak (10 Gbps) yang jauh melampaui kemampuan modem MediaTek (7 Gbps).
Persaingan di segmen chipset flagship semakin memanas dengan kehadiran Dimensity 9400 dari MediaTek dan Snapdragon 8 Gen 5 dari Qualcomm. Kedua raksasa teknologi ini bertarung ketat di kelas 3nm. Dimensity 9400, yang dirilis pada Oktober 2024, mengandalkan desain CPU serba-inti besar (all-big-core) untuk mencapai performa puncaknya. Di sisi lain, Qualcomm merilis Snapdragon 8 Gen 5 pada November 2025 sebagai senjata mereka di bawah seri "Elite." Pertanyaan krusial muncul: Mampukah andalan sub-Elite Qualcomm ini menahan gempuran kekuatan all-big-core MediaTek? Analisis ini akan membedah data teknis dan hasil benchmark untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar chipset tercepat.
Arsitektur dan Spesifikasi Dimensity 9400 vs Snapdragon 8 Gen 5
Perbedaan mendasar terlihat dari arsitektur CPU dan teknologi proses yang digunakan. Meskipun kedua chipset ini dibuat menggunakan proses 3nm TSMC, detailnya menunjukkan keunggulan kecil bagi Qualcomm.
Keunggulan Node Fabrikasi 3nm TSMC
Dimensity 9400 mengadopsi node N3E TSMC. Sebaliknya, Snapdragon 8 Gen 5 memanfaatkan node N3P. Node N3P dikenal menawarkan efisiensi daya dan performa yang sedikit lebih baik daripada N3E. Perbedaan ini berkontribusi pada hasil benchmark yang terlihat jelas.
Struktur CPU yang Bertolak Belakang
MediaTek menerapkan desain 1+3+4 pada Dimensity 9400. Desain ini mencakup satu inti Cortex-X925 (3.62GHz), tiga inti Cortex-X4 (3.3GHz), dan empat inti Cortex-A720 (2.4GHz). Tujuannya adalah memaksimalkan performa berkelanjutan.
Sebaliknya, Snapdragon 8 Gen 5 menggunakan konfigurasi 2+6 yang berfokus pada inti Oryon generasi ketiga. Chipset Qualcomm ini memiliki dua inti Oryon berkecepatan 3.8GHz dan enam inti Oryon berkecepatan 3.32GHz. Arsitektur ini membidik efisiensi sekaligus kecepatan puncak.
Hasil Uji Benchmark: Mana yang Lebih Unggul?
Kami menguji performa kedua chipset ini pada perangkat Vivo X200 Pro (Dimensity 9400) dan OnePlus 15R (Snapdragon 8 Gen 5). Data benchmark sintetis menunjukkan gambaran jelas mengenai kemampuan performa puncak.
Data Geekbench: Keunggulan Multi-Core
Pada uji Geekbench, Snapdragon 8 Gen 5 menunjukkan keunggulan yang signifikan, terutama dalam skor multi-core.
| Chipset | Single-Core | Multi-Core |
| :--- | :--- | :--- |
| Dimensity 9400 | 2,713 | 8,592 |
| Snapdragon 8 Gen 5 | 2,837 | 9,352 |
Performa single-core keduanya terbilang sangat dekat; Qualcomm hanya unggul tipis sekitar 4.5%. Namun, selisih melebar pada performa multi-core. Snapdragon 8 Gen 5 mencatatkan skor 9% lebih tinggi dari Dimensity 9400. Meskipun demikian, dalam penggunaan harian seperti browsing atau scrolling media sosial, perbedaan ini hampir tidak akan terasa.
Skor AnTuTu: Dominasi Konsisten
Uji AnTuTu mengonfirmasi dominasi Snapdragon 8 Gen 5. Chipset Qualcomm tersebut hampir mencapai 3 juta poin, tepatnya 2,961,236. Sementara itu, Dimensity 9400 hanya mencapai 2,713,650. Ini menunjukkan keunggulan sekitar 9% bagi Snapdragon.
Dominasi ini konsisten di seluruh sub-tes. Skor CPU Snapdragon 8 Gen 5 unggul 7%, dan skor GPU-nya unggul 5%. Skor memori dan UX (User Experience) juga condong mendukung chip dari Qualcomm.
Analisis Kekuatan Kamera dan Konektivitas
Benchmark hanya mengukur performa mentah; konektivitas, kamera, dan AI menjadi faktor pembeda penting. Kedua chipset ini menawarkan dukungan AI generatif (Agentic AI).
Spesifikasi Kamera dan Pemrosesan Gambar
Qualcomm Spectra triple AI ISP pada Snapdragon 8 Gen 5 unggul dalam fleksibilitas. ISP 20-bit ini mendukung perekaman video 4K/120fps. Selain itu, Snapdragon menyediakan segmentasi semantik real-time tanpa batas.
Sebaliknya, MediaTek Imagiq 1090 ISP pada Dimensity 9400 mendukung resolusi hingga 320MP. MediaTek unggul dalam perekaman video 8K/60fps. Kedua chip sama-sama mendukung fitur segmentasi semantik real-time.
Perbedaan Kecepatan Modem 5G
Konektivitas menjadi area di mana Snapdragon 8 Gen 5 menunjukkan keunggulan signifikan. Modem Snapdragon X50 5G mampu mencapai kecepatan unduh puncak hingga 10 Gbps. Modem ini juga menawarkan kecepatan unggah puncak 3.5 Gbps.
Modem 3GPP Release-17 5G milik MediaTek tertinggal. Modem tersebut hanya menawarkan kecepatan unduh puncak 7 Gbps. Selain itu, kecepatan Wi-Fi 7 Snapdragon (5.8 Gbps) lebih rendah dari MediaTek (7.3 Gbps), menunjukkan trade-off prioritas desain.
Evaluasi Rivalitas Chipset Flagship 3nm
Data menunjukkan bahwa Snapdragon 8 Gen 5 berhasil mengungguli Dimensity 9400 dalam performa mentah berkat efisiensi node N3P dan optimasi arsitektur Oryon. Keunggulan performa puncak ini didukung oleh kecepatan modem 5G yang superior.
Meskipun demikian, Dimensity 9400 tetap merupakan pesaing serius. Desain all-big-core dan kemampuan video 8K/60fps menargetkan pengguna yang memprioritaskan kekuatan komputasi spesifik dan performa berkelanjutan tinggi. Pengguna sehari-hari mungkin tidak akan merasakan perbedaan kecepatan yang signifikan. Namun, untuk pasar gaming ekstrem dan tuntutan connectivity masa depan, Snapdragon 8 Gen 5 menetapkan standar performa yang lebih tinggi. Kedua chipset ini jelas mendefinisikan standar baru untuk ponsel flagship di tahun mendatang.