Spekulasi Aplikasi Tokopedia Tutup Mencuat, Ini Jawaban Tegas TikTok

Spekulasi Aplikasi Tokopedia Tutup Mencuat, Ini Jawaban Tegas TikTok
Sumber :
  • Istimewa

Akuisisi ini terbukti strategis. Laporan Momentum Works bertajuk Ecommerce in Southeast Asia 2024 mencatat lonjakan GMV (Gross Merchandise Value) TikTok Shop. GMV platform tersebut meningkat hampir empat kali lipat, dari US$4,4 miliar pada 2022 menjadi US$16,3 miliar pada 2023. Angka ini menjadikan TikTok Shop platform e-commerce terbesar kedua di Asia Tenggara.

TikTok Jadi Ladang Emas, UMKM Harus Tancap Gas, Jangan Gaptek

Tantangan Integrasi dan Sorotan Regulasi

Meskipun investasi dan pertumbuhan GMV melonjak, proses integrasi juga memicu tantangan. Induk perusahaan TikTok, ByteDance, melakukan perampingan organisasi pada Juni 2024. Kabar menyebutkan sekitar 450 karyawan di lini bisnis e-commerce TikTok–Tokopedia terdampak kebijakan ini.

Geger! Anak 10 Tahun Sawer Kreator TikTok Rp 400 Juta, Orang Tua Gugat Platform!

Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan TikTok Shop, Nuraini Razak, mengonfirmasi penyesuaian tersebut. Ia menyatakan perusahaan mengidentifikasi area yang perlu diperkuat. Langkah ini bertujuan menyelaraskan tim demi memenuhi tujuan bisnis pasca-penggabungan.

Proteksi UMKM Lokal dari Gempuran Impor

Pedoman TikTok Live: Apa yang Mendasari Keputusan Mematikan Fitur ini di Indonesia?

Di tengah dinamika pasar digital, isu dominasi platform asing tetap menjadi perhatian pemerintah. Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, menyoroti kendali e-commerce. Ia menyebut hampir 80% ekonomi digital e-commerce di Indonesia dikuasai oleh platform asing pasca-akuisisi.

Fiki juga menyoroti masalah peredaran produk impor di platform digital. Data Kemenkop UKM menunjukkan sekitar 74% produk yang beredar di e-commerce merupakan barang impor. Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan produk tersebut mencantumkan nomor impor resmi.

Masa Depan E-commerce dan Keberlanjutan Investasi

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama melakukan pengawasan. Hal ini penting untuk melindungi produk lokal dari gempuran barang impor yang dijual secara daring. Di sisi lain, Tokopedia dan TikTok Shop terus mengintensifkan inisiatif. Mereka berupaya meningkatkan penjualan produk lokal pelaku UMKM Indonesia.

Komitmen TikTok untuk terus berinvestasi di Tokopedia mengirimkan sinyal kuat kepada pasar. Sinyal ini menunjukkan bahwa integrasi dua raksasa e-commerce tersebut belum selesai. TikTok mempertahankan Tokopedia sebagai entitas yang penting dalam strategi pertumbuhan global mereka, sekaligus menepis isu sensasional mengenai penutupan aplikasi secara sepihak. Mereka fokus pada pasar digital Indonesia yang sangat kompetitif.