SNL Bawa Kapasitas 400 Gbps, ASSI: Ground Segment Kunci
- Istimewa
- Total kapasitas satelit nasional RI melonjak hingga melampaui 400 Gbps pasca Satelit Nusantara Lima (SNL) beroperasi.
- Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menekankan pentingnya kesiapan stasiun bumi (ground segment) agar kapasitas terserap optimal.
- SNL difokuskan menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah 3T, mendukung perluasan jaringan 4G dan 5G.
Indonesia mencapai lompatan infrastruktur digital yang penting. Kehadiran Satelit Nusantara Lima (SNL) memicu total kapasitas satelit nasional menembus batas 400 Gbps. Angka ini merupakan capaian strategis bagi kedaulatan dan pemerataan konektivitas.
Namun, pencapaian luar biasa ini menuntut kesiapan krusial. Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) menilai tantangan utama saat ini adalah kesiapan ekosistem stasiun bumi atau ground segment. Kapasitas besar dari Satelit Nusantara Lima (SNL) harus terserap maksimal.
Analisis ASSI: Prioritas Pemerataan Jaringan 3T
ASSI memandang kapasitas VHTS dari SNL sebagai tulang punggung backhaul utama. Kapasitas ini berperan vital untuk memperluas jaringan 4G dan 5G di seluruh Nusantara. Prioritas utamanya adalah wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Bidang Media ASSI, Firdaus Adinugroho, menjelaskan bahwa SNL juga akan menghubungkan instansi pemerintah. Satelit ini akan mendukung sektor strategis seperti energi dan perbankan, memastikan layanan publik tetap berjalan di daerah terpencil.
“Tantangan utamanya adalah menyiapkan ekosistem ground segment yang terjangkau,” kata Firdaus.
Selain itu, kolaborasi intensif dengan operator telekomunikasi dan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Tujuannya adalah memastikan kapasitas Satelit Nusantara Lima (SNL) terserap secara optimal sejak awal operasional.
Mengatasi Tantangan Ekosistem Stasiun Bumi
Firdaus menambahkan bahwa persiapan stasiun bumi utama dan jaringan pendukung saat ini berjalan sesuai target. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), operator SNL, telah menyiapkan tujuh stasiun bumi.
Lokasi stasiun bumi tersebut tersebar di Aceh, Bengkulu, Banjarmasin, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Seluruh infrastruktur ruas bumi ini akan memainkan peran kunci. Mereka memastikan layanan satelit beroperasi secara optimal dan berkelanjutan.
Teknologi dan Posisi Strategis Satelit Nusantara Lima (SNL)
Satelit Nusantara Lima (SNL) telah tiba di orbit geostasioner, tepatnya di posisi 113° Bujur Timur di atas Pulau Kalimantan. Satelit ini berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi.