SNL Bawa Kapasitas 400 Gbps, ASSI: Ground Segment Kunci
- Istimewa
Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengonfirmasi bahwa SNL adalah satelit berteknologi Very High Throughput Satellite (VHTS). Satelit ini mampu menyediakan total kapasitas lebih dari 160 Gbps. Teknologi VHTS ini menjadikan SNL sebagai salah satu yang tercanggih di dunia.
SNL menggunakan platform Boeing 702MP dan dilengkapi 101 spot beam Ka-band. Jangkauan luas ini mencakup seluruh wilayah Indonesia. Ke depan, SNL bahkan diproyeksikan dapat menyediakan layanan broadband hingga ke negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Filipina. SNL dirancang untuk usia operasional lebih dari 15 tahun.
Pilar Infrastruktur Digital: Relasi SNL dan Layanan LEO
Terkait kehadiran layanan satelit orbit rendah (LEO), seperti Starlink, ASSI memandang teknologi ini bukan sebagai pesaing langsung. SNL, yang beroperasi di orbit geostasioner (GEO), tetap mempertahankan keunggulan spesifik.
Firdaus menjelaskan, keunggulan GEO meliputi kebutuhan kapasitas massal, cakupan luas yang stabil, dan kedaulatan data. Use case ini mencakup backhaul seluler skala besar, siaran nasional, serta konektivitas tetap bagi ribuan kantor layanan publik di daerah.
Satelit Nusantara Lima (SNL) akan sangat relevan sebagai infrastruktur strategis. Proyeksi bisnisnya solid, berfokus pada segmen layanan Business-to-Government (B2G) dan Business-to-Business (B2B) korporat. Dengan kolaborasi pemangku kepentingan, SNL diyakini menjadi pilar konektivitas nasional yang andal.