Smart Ring Jadi Remote AR? Oura Bocorkan Konsep Kacamata Masa Depan!
- notebookcheck
Gadget – Perusahaan finlandia Oura, yang dikenal lewat smart ring-nya yang canggih untuk pelacakan kesehatan, kini menunjukkan ambisi besar melampaui perangkat yang bisa dipakai di jari. Melalui dokumen paten terbaru, terungkap bahwa Oura sedang mengembangkan kacamata augmented reality (AR) yang secara unik dikendalikan oleh data dan gerakan dari smart ring-nya sendiri.
Jika terealisasi, inovasi ini akan menjadi langkah revolusioner dalam ekosistem wearable technology menggabungkan biometrik presisi tinggi dengan interaksi tanpa sentuh di dunia AR. Dan yang lebih menarik, Oura bukan satu-satunya yang mengejar visi ini. Samsung juga dilaporkan tengah merancang integrasi serupa antara Galaxy Ring dan headset XR-nya.
Artikel ini mengupas bocoran paten Oura, cara kerja sistem AR-nya, potensi penggunaan, serta konteks persaingan global di ranah wearable AR.
Dari Pelacak Tidur ke Pengendali Realitas: Evolusi Oura
Sejak kemunculannya, Oura Ring telah menjadi salah satu smart ring paling populer di kalangan atlet, eksekutif, dan penggemar biohacking. Perangkat ini unggul dalam memantau:
- Kualitas tidur
- Detak jantung istirahat (RHR)
- Variabilitas detak jantung (HRV)
- Suhu tubuh
- Tingkat stres
Namun, Oura tampaknya tidak ingin berhenti di situ. Dokumen paten yang diajukan sekitar pertengahan 2025 menunjukkan bahwa perusahaan telah merancang sistem terintegrasi multi-perangkat, di mana smart ring berfungsi sebagai sensor biometrik sekaligus alat input gestur untuk perangkat AR.
Cara Kerja: Data Biometrik Langsung ke Lensa AR
Dalam paten tersebut, Oura menggambarkan skenario penggunaan yang sangat intuitif:
- Saat pengguna berolahraga, detak jantung real-time dari Oura Ring ditampilkan langsung di tampilan
- kacamata AR tanpa perlu mengeluarkan ponsel atau smartwatch.
Tampilan ini bisa berupa:
- Angka detak jantung di sudut pandangan
- Zona latihan (misalnya “zona lemak” atau “zona kardio”)
- Peringatan jika intensitas terlalu tinggi
Fitur ini sangat berguna bagi pelari, pesepeda, atau atlet lapangan yang ingin memantau kondisi tubuh tanpa mengganggu fokus atau ritme gerak.
Kontrol Tanpa Sentuh: Gestur Jari Jadi Perintah AR
Yang lebih inovatif adalah mekanisme kontrol. Alih-alih mengandalkan tombol fisik di kacamata atau suara, Oura merancang sistem di mana gerakan tangan tertentu yang terdeteksi oleh sensor di smart ring bisa digunakan untuk:
- Menggulir menu
- Memilih opsi
- Menyesuaikan volume atau brightness
- Mengaktifkan mode olahraga
Misalnya, mengetuk ibu jari dan jari telunjuk bisa berarti “kembali”, sementara menggeser jari bisa menggulir daftar notifikasi. Karena ring sudah dekat dengan saraf dan otot tangan, deteksi gerakan bisa sangat presisi dan responsif.
Pendekatan ini menghindari dua masalah utama di AR saat ini:
- Kontrol suara yang tidak privasi di tempat umum
- Tombol fisik yang tidak ergonomis di kacamata ringan
- Masih dalam Tahap Paten Belum Ada Jaminan Produksi
Penting dicatat: semua ini masih berupa konsep dalam dokumen paten. Banyak perusahaan teknologi mengajukan paten sebagai bentuk perlindungan ide, tanpa niat langsung memproduksinya.
Namun, keberadaan paten ini menunjukkan bahwa Oura sedang memikirkan ekosistem yang lebih luas bukan hanya sebagai perangkat kesehatan, tapi sebagai platform interaksi manusia-mesin generasi berikutnya.
Samsung Ikut Main: Galaxy Ring + Headset XR
Menariknya, Oura bukan satu-satunya yang mengejar integrasi cincin pintar dan AR/VR.
Samsung, melalui laporan internal dan bocoran pengembangan, juga diketahui merancang agar Galaxy Ring berfungsi sebagai:
- Sensor biometrik untuk headset Galaxy XR
- Alat kontrol gestur untuk navigasi UI
- Input presisi untuk game atau aplikasi produktivitas
Dengan dukungan ekosistem Android dan hardware Samsung yang kuat, Galaxy Ring + XR bisa menjadi pesaing serius terutama jika diluncurkan sebelum Oura.
Tantangan Teknis dan Pasar
Meski menarik, konsep ini menghadapi beberapa tantangan:
- Daya tahan baterai: AR membutuhkan daya besar, sementara ring punya kapasitas terbatas
- Latensi: Sinkronisasi real-time antara ring dan kacamata harus nyaris instan
- Adopsi pengguna: Butuh edukasi agar orang nyaman menggunakan gestur sebagai input
- Privasi data: Kombinasi biometrik + AR bisa mengumpulkan data sensitif dalam jumlah besar
Namun, jika Oura berhasil mengatasi ini, mereka bisa menjadi pemain kunci di persimpangan antara kesehatan digital dan realitas campuran.
Kesimpulan: Masa Depan Interaksi Tanpa Layar Sudah di Depan Mata
Oura mungkin mulai sebagai perusahaan sleep tracker, tapi paten terbarunya menunjukkan visi yang jauh lebih besar: menciptakan cara baru berinteraksi dengan teknologi tanpa layar, tanpa suara, hanya dengan gerakan alami tubuh dan data biologis kita sendiri.
Jika kacamata AR Oura benar-benar diluncurkan, ia tidak hanya akan bersaing dengan Apple Vision Pro atau Meta Quest tapi juga menawarkan keunggulan unik: integrasi biometrik yang mendalam dan kontrol gestur yang tak terlihat.
Untuk saat ini, kita hanya bisa menunggu. Tapi satu hal pasti: masa depan wearable tech bukan lagi di pergelangan tangan tapi di jari dan di depan mata kita.
| Dapatkan informasi terbaru seputar Gadget, Anime, Game, Tech dan Berita lainnya setiap hari melalui social media Gadget VIVA. Ikuti kami di : | |
|---|---|
| @gadgetvivacoid | |
| Gadget VIVA.co.id | |
| X (Twitter) | @gadgetvivacoid |
| Whatsapp Channel | Gadget VIVA |
| Google News | Gadget |