Misteri Laut Dalam Argentina: 28 Spesies Baru dan Sampah Plastik
- Istimewa
Rembesan Dingin dan Ironi Sampah Manusia
Tujuan awal ekspedisi Schmidt Ocean Institute adalah mempelajari rembesan dingin sebagai sumber energi kimia bagi ekosistem laut dalam. Para mikroba memakan zat kimia tersebut, dan selanjutnya menjadi santapan bagi biota lain seperti remis dan kerang.
Namun, yang paling mengejutkan adalah fakta bahwa jejak manusia sudah mencapai wilayah yang sangat dalam dan terpencil ini. Tim menemukan berbagai sampah yang sulit terurai.
Sampah tersebut meliputi kantong plastik, jaring ikan bekas, hingga kaset VHS lama. Objek-objek plastik ini nyaris utuh karena sulit terurai di lingkungan laut dalam yang dingin dan bertekanan tinggi.
Dampak Eksplorasi dan Urgensi Pelestarian
Direktur Eksekutif Schmidt Ocean Institute, Jyotika Virmani, menegaskan bahwa lautan masih menyimpan banyak misteri. Ia meyakini ruang hidup di laut jauh lebih luas, bahkan mungkin lebih banyak spesies yang hidup di sana dibandingkan di darat.
Virmani menjelaskan, lautan mengandung 98 persen ruang hidup di planet ini. Manusia baru mengetahui sebagian kecil dari total kehidupan laut.
Tim Schmidt Ocean Institute terus memperluas pemahaman kita tentang dunia laut. Mereka sebelumnya sudah menemukan cumi-cumi Antartika langka dan mengatalogkan lebih dari 100 spesies baru potensial di lepas pantai Chili. Penemuan laut dalam ini berfungsi sebagai pengingat kuat. Eksplorasi harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian. Melindungi ekosistem unik ini dari ancaman polusi, terutama sampah plastik, harus menjadi prioritas global.