16 Claude AI Berhasil Buat Compiler AI Otonom C, Tanpa Manusia
- Istimewa
- Anthropic berhasil menciptakan C compiler fungsional yang sepenuhnya dibangun oleh 16 agen AI Claude Opus secara otonom.
- Proyek ini berlangsung dua minggu tanpa intervensi atau manajer manusia, menggunakan biaya API sekitar $20.000.
- Compiler otonom ini berhasil mengkompilasi Linux 6.9 kernel dan melewati 99% GCC Torture Test Suite.
- Eksperimen ini membuktikan kemampuan AI dalam mengelola basis kode besar dan menyelesaikan konflik tanpa pengawasan.
Anthropic baru saja mengungkap hasil eksperimen mengejutkan dalam bidang rekayasa perangkat lunak. Sistem kecerdasan buatan mereka, Claude Opus 4.6, berhasil berkolaborasi otonom untuk membangun sebuah Compiler AI Otonom C yang berfungsi penuh. Dipimpin oleh peneliti Nicholas Carlini, proyek ini menunjukkan kemajuan luar biasa dalam kolaborasi AI mandiri untuk pengembangan perangkat lunak dunia nyata. Proyek ambisius ini secara tegas memposisikan AI sebagai rekan kerja mandiri, bukan sekadar alat bantu.
Menggali Proyek Otonom: Cara Kerja 16 Agen Claude
Bagaimana AI bisa bekerja tanpa supervisor? Dalam kurun waktu dua minggu, 16 agen Claude Opus 4.6 bekerja secara independen. Mereka tidak memerlukan manajer pusat atau pengawasan manusia sedikit pun.
Setiap agen beroperasi dalam wadah Docker yang terisolasi. Mereka mengakses repositori Git yang sama dan secara otomatis memilih tugas coding. Konflik kode yang muncul diselesaikan sendiri melalui mekanisme Git.
Agen-agen ini mendorong kode ke hulu tanpa pengawasan. Total pekerjaan mereka menghasilkan sekitar 100.000 baris kode Rust. Seluruh proses ini membutuhkan hampir 2.000 sesi pengkodean dengan perkiraan biaya API sekitar $20.000.
Pencapaian Teknis dan Kapasitas Compiler
Hasil dari proyek otonom ini adalah C compiler open-source yang sepenuhnya fungsional, dibangun dari awal. Kemampuannya melampaui ekspektasi awal.
Compiler buatan AI ini sukses mengkompilasi kernel Linux 6.9 untuk arsitektur x86, ARM, dan RISC-V. Ia juga mampu menangani proyek-proyek open-source utama. Proyek tersebut mencakup PostgreSQL, SQLite, Redis, dan FFmpeg.
Uji coba ketahanan menjadi tolok ukur penting. Compiler ini mencapai tingkat kelulusan 99% pada GCC Torture Test Suite yang sangat menantang. Sebagai simbol pencapaian, Compiler AI Otonom ini bahkan berhasil mengkompilasi dan menjalankan Doom, sebuah patokan legendaris untuk kemampuan compiler.
Uji Ketahanan: Kenapa Compiler AI Otonom Ini Mengejutkan?
Proyek Anthropic ini mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas teknologi. Ini membuktikan bahwa sistem AI dapat berkoordinasi mandiri. Mereka mampu mengelola basis kode yang kompleks dan mengirimkan perangkat lunak infrastruktur kelas produksi.
Meskipun compiler ini belum sepenuhnya menggantikan GCC, eksperimen ini menandai langkah besar. Ini membuktikan adanya rekayasa perangkat lunak yang didorong oleh AI otonom dan berjalan dalam jangka panjang. Kapasitas AI untuk resolusi konflik internal tanpa campur tangan manusia menjadi poin penting yang mengejutkan para pengembang.
Evolusi Peran Programmer: Dampak Jangka Panjang AI
Eksperimen ini menandakan pergeseran radikal dalam cara perangkat lunak akan dibangun di masa depan. Agen AI akan mengambil alih tugas-tugas yang repetitif. Mereka menangani refaktor besar, pengujian, dan perbaikan bug.
Dengan demikian, pengembang manusia dapat fokus pada desain arsitektur, strategi, dan pemecahan masalah yang lebih tinggi nilainya. Namun, kemandirian AI menimbulkan tantangan baru. Kita perlu mempertimbangkan kualitas kode, keandalan, dan proses verifikasi.
Peran programmer manusia jauh dari kata usang. Namun, peran mereka berevolusi. Mereka akan berubah dari menulis setiap baris kode menjadi memandu, meninjau, dan memvalidasi sistem yang semakin otonom. Intervensi manusia akan bergeser dari pelaksana menjadi pengawas dan penentu arah.